PandanganIslam tentang Kehidupan dapat ditemukan dalam buku Pedoman Hidup Islam Warga Muhammadiyah atau sering disingkat dengan (PHIWM) yang merupakan hasil Muktamar ke-44 tahun 2000 di Jakarta. Monday, August 1, 2022 21.Pengumpulan data. Pengumpulan data adalah cara bagaimana mengumpulkan atau mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap sehingga dari informasi yang diperoleh dapat dibuat kesimpulan yang tepat dalam menegakkan diagnosis. Metode pengumpulan data meliputi teknik non tes yaitu wawancara, pengamatan/observasi, biografi, dan dokumentasi. PeranGuru Bk dalam Membantu Pengembangan Kepribadian Siswa. Kak 'Aisy yang saya hormati, Saya seorang guru materi umum di suatu sekolah SMA Muhammadiyah di kota kabupaten tempat saya tinggal. Pada tahun ajaran 2017 ini saya diberi tugas tambahan sebagai Guru BK, untuk membantu Guru BK yang sudah ada. Selama ini saya memperhatikan bahwa para Gurumengetahui hal tersebut ketika terdapat proses tanya jawab mengenai kegiatan favorit anak dalam pembelajaran. Selain itu, guru berinteraksi dengan melibatkan teman sebaya anak (Szente, 2020). Peran guru dalam penerapan strategi ini secara implisit yaitu sebagai perencana, pengajar, pengelola kelas, pengamat, dan penilai kemampuan anak Muhammadiyahialah gerakan Islam, Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, didirikan oleh KH. A. Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Miladiyah di Kota Yogyakarta.Tujuan Muhammadiyah, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. I94SC4M. Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang perseorangan dan masyarakat . Dakwah dan Amar Ma’ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan tajdid, yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Adapun da’wah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar bidang kedua, ialah kepada masyarakat, bersifat kebaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata-mata. Dengan melaksanakan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar dengan caranya masing-masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya, ialah “Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. DASAR DAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenarbenarnya, dimana kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan luas-merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar, yaitu Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada manusia ajaran-ajaran agama Islam dengan berkeyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan ikhsan kepada kepada langkah dan perjuangan Nabi Muhammad amal usaha dan perjuangannya dengan ketertiban organisasi. PEDOMAN AMAL USAHA DAN PERJUANGAN MUHAMMADIYAH Menilik dasar prinsip tersebut di atas, maka apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tunggalnya, harus berpedoman “Berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah”. SIFAT MUHAMMADIYAH Menilik a Apakah Muhammadiyah itu, b Dasar amal usaha Muhammadiyah dan c Pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah memiliki dan wajib memelihara sifat-sifatnya, terutama yang terjalin di bawah ini Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kawan dan mengamalkan ukhuwah dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran keagamaan dan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana. Keputusan Muktamar ke 35 Hits 20858 Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free SOAL AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat! 1. Bagaimana pendapat anda akhlak kepemimpinan muhammadiyah secara komprehensif? 2. Jelaskan kandungan ayat mengenai Islam dalam ayat-ayat Allah? 3. Tuliskan konsep sunnah-Bid’ah dalam muhammadiyah? 4. Jelaskan peranan Muhammadiyah dan implementasi Islam berkemajuan? 5. Jelaskan peranan dan Fungsi Al-Qur’an? 6. Bagaimana menurut pendapat anda tentang konsep Akal dan fungsinya? 7. Jelaskan konsep pembaharuan dalam Islam? 8. Tuliskan hasil diskusi makalah kelompok anda? 9. Jelaskan secara singkat Muhammadiyah dan rekayasah peradaban? 10. Tuliskan menurut pendapat anda Muhammadiyah sebagai gerakan Dakwah Islam? SOAL AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat! 1. Bagaimana Muhammadiyah memandang aliran politik? 2. Jelaskan sejarah dan Organisasi Muhammadiyah? 3. Jelaskan gerakan Islam Ideologi Muhammadiyah sebagai sosial dan budaya? 4. Jelaskan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah? 5. Tuliskan hasil kesimpulan makalah anda? 6. Bagaimana pandangan anda tentang konsep akhlak dan ibadah? 7. Apa yang anda ketahui tentang Muhammadiyah yang berkemajuan? 8. Jelaskan kedudukan dan fungsi amal usaha Muhammadiyah? ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Uploaded bydinar ariamutu 0% found this document useful 0 votes0 views2 pagesDescription6Copyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes0 views2 pagesKuis Kepribadian MuhammadiyahUploaded bydinar ariamutu Description6Full descriptionJump to Page You are on page 1of 2Search inside document You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Pandangan keagamaan mempengaruhi sikap dan tindakan individu atau kelompok organisasi. Maka mendudukkan paham keagamaan secara tepat dan membawa kemajuan bagi individu maupun organisasi sangat penting. Pandangan merupakan cerminan pemikiran. Proses berfikir dengan merekonstruksi pengetahuan-pengetahuan menjadi pemahaman. Pemahaman itu kemudian menjadi sebuah pandangan dan arah untuk bersikap, bertutur kata dan bertindak. Pandangan dapat diartikan sebagai keutuhan pengetahuan-pengetahuan yang diyakini sebagai kebenaran. Pandangan keagamaan berarti pemahaman yang menyeluruh tentang agama yang diyakini sebagai suatu hal yang benar. Jika suatu alam dipandang sesuatu yang indah, bersih dan menyejukkan, maka pandangan kita itu akan tercermin dalam tindakan. Jika kita memandang alam demikian, tentu sikap kita akan menjaga kebersihan, merawat alam, tidak merusak dan mengotori alam. Namun sebaliknya jika kita abai terhadap alam, maka sikap kita juga akan mencerminkan tindakkan yang mengarah pada kerusakan alam. Begitu juga dengan pandangan keagamaan. Pandangam keagamaan suatu kelompok misalnya dalam memahami agama Islam. Seseorang atau kelompok yang memiliki pandangan terkait Islam, sebagai agama yang membolehkan menggunakan kekerasan’ dalam melawan sesuatu yang dianggap menyimpang misalnya, tentu tindakan kekerasan menjadi bentuk perbuatan. Begitu juga sebaliknya, yang meyakini bahwa benang merah Islam sebagai agama yang Rahmah, maka tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok mengarah pada cara-cara yang baik. Jika ada kelompok umat Islam yang mengedepankan aspek simbolis berupa cara berpakaian, memanjangkan jenggot dan makan tiga jari misalnya, itu tidak lain berasal dari cara pandang agama yang mereka yakni “mengikuti sunah Rasulullah.” Cara pandangan keagamaan ini cenderung pada kebutuhan individu, berpusat pada perubahan identitas individu. Begitu juga ada kelompok yang mengedepankan substansi gerakan melalui amal saleh, itu juga tidak terlepas dari pandangan agama yang diyakini. Berdasarkan cara pandang di atas, ada yang memahami agama hanya untuk urusan pribadi sebut saja kasalehan individu simbolis. Ada pula yang memahami agama untuk membangun peradaban sebut saja kesalehan sosial. Namun, ada pula yang memahami agama sebagai urusan pribadi dan peradaban saleh individu iya, sosial juga. Prof Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah pada berbagai kesempatan selalu menyinggung pandangan keagamaan. Hendaklah gerakan Muhammadiyah tidak berkutat pada persoalan yang kecil-kecil, yang remeh temeh, sebab itu sudah selesai untuk Muhammadiyah. Biarlah Muhammadiyah bergerak memikirkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi semuanya, tidak sekedar untuk diri sendiri. Prof Haedar menegaskan bahwa upaya membentuk kesalehan individu dalam Muhammadiyah sudah lakukan. Oleh karena itu merupakan ajaran Islam yang harus dikerjakan dalam menguatkan akidah, akhlak dan ibadah. Dalam soal muamalah duniawiyah, sejak awal Muhammadiyah sudah melakukannya berupa amal soleh yang dikenal dengan Amal Usaha Muhammadiyah AUM. Pandangan Keagamaan Muhammadiyah Sejalan dengan itu, Muhammadiyah dalam usia satu abad telah merumuskan “Pernyataan Pemikiran Muhammadiyah Jelang Satu Abad” menegaskan kembali kepada warga persyarikatan Muhammadiyah tentang pandangan keagamaan Muhammadiyah. Terdapat empat pokok pikiran pandangan keagamaan Muhammadiyah dalam dukumen tersebut. Pertama, Islam adalah agama membawa misi Kebenaran Ilahi, harus didakwahkan untuk perwujudan Rahmat lil alamin di muka bumi. Pandangam keagamaam Muhammadiyah ini meyakini bahwa Islam sebagai wahyu Allah yang dibawa para Rasul adalah ajaran yang mengandung hidayah, penyerahan diri, rahmat, kemaslahatan, keselamatan, kebahagiaan hidup umat manusia didunia dan diakhirat. Kedua, misi dakwah Muhammmadiyah dijiwai atas Pesan Allah dalam surat Ali Imran 104 dan 110. Menyebarkanluaskan ajaran Islam yang menyeluruh dan beragam aspek melalui model dakwah yang mengajak pada kebaikan Islam, al-amr bi al-ma’ruf wa al-nahy an munkar mengajak pada yang makruf, mencegah dari yang munkar. Dakwah ini mengandung makna Islam transformatif, yakni dakwah yang membawa kemajuan, kebaikan, kebenaran, keadilan dan nilai-nilai keutamaan lainnya untum kemaslahatan dan keselamatan hidup manusia tanpa membedakan SARA. Ketiga, Muhammadiyah sebagai gerakan Tajdid pembaharuan. Sejak awal, KH Ahmad Dahlan adalah sosok pembaharu. Pembaharuan itu ada dua yakni ke arah pemurnian purifikasi dan ke arah kemajuan dinamisasi. Dengan dua arah pembaharuan ini, Muhammadiyah dapat melakukan pembinaan dalam memperkuat akidah, akhlak, ibadah dan juga muamalah. Pandangan keagamaan dalam bangunan keimanan yang kokoh didasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah, bersifat tajdid adalah upaya membebaskan manusia dari keterbelakangan menuju kehidupan yang berkemajuan dan berkeadaban. Keempat, aktualisasi ajaran Islam memiliki corak masyarakat tengahan ummatan wasathan yang berkemajuan. Dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat bekerjasama dalam semangat “berjuang menghadapi sesuatu” al-jihad li al-muwajjahat dari pada “berjuang melawan musuh” al-jihad li al-muaradhah. Masyarakat Islam yang dicita-citakan Muhammadiyah seperti masyarakat madani, masyarakat kewargaan civil society yang memiliki keyakinan yang dijiwai nilai-nilai Ilahi, demokratis, berkeadilan, otonom, berkemajuan dan berakhlak mulia. Inilah masyarakat yang unggul datau utama khaira ummah. Sikap Muhammadiyah Membaca pandangan keagamaan Muhammadiyah di atas, tentu dapat dipahami sikap Muhammmadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebut saja misalnya, saat kontelasi pilpres 2019 yang membelah menjadi dua kubu, membentuk dua kutub yang berlawanan. Ada pihak-pihak yang nyinyir, mendesak, bahkan menuntut sikap politik Muhammadiyah. Dengan desakan dan tuntutan agar Muhamamdiyah bersikap memilih diantara dua kutub, Muhammmadiyah memilih untuk tetap di tengah, sesuai dengan jalur dan peran organisasi. Muhammadiyah tidak tergoda dengan politik praktis, dukung mendukung, karena Muhammadiyah memiliki cita-cita dalam mewujudkan masyarakat utama dan berkeadaban. Itu semua tidak dapat diselesaikan dengan berpihak atau mengikuti satu kutub pasangan tertentu. Prof Haedar Nashir juga memberikan jawaban melalui artikel di Republika dengan judul “Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019.” Dengan tegas Prof Haedar menuliskan “Bagaimana dan ke mana arah Muhammadiyah pasca-Pemilu 2019? Pertanyaan ini sebenarnya salah alamat karena yang dituju ormas yang selama ini konsisten pada kepribadian dan khittah perjuangannya yang tidak berpolitik praktis.” Pada sisi lain, penguatan politik identitas yang menonjolkan atribut simbol keagamaan, semakin memperkeruh situasi, semakin memperkeras, menaikkan suhu politik. Isu-isu yang diproduksi akhirnya mengarah pada pertentangan seperti narasi “cebong vs kampret,” “partai Allah vs partai setan,” “anti ulama pro pki,” dan lain sebagainya. Berkenaan dengan sikap Muhammadiyah yang sedemikian itu, Prof Yudi Latief seorang cendekiawan publik memandang gagasan Prof Haedar sangat pas, sangat proporsional dalam bersikap dan bertindak di tengah iklim politik yang memanas. Begitu juga dengan isu yang lain, Muhammadiyah lebih berperan dan bertindak memberikan solusi. Sebagaimana misalnya terkait dengan wabah pandemi Covid-19. Muhammadiyah sejak awal pandemi langsung membentuk Muhammadiyah Command Center Covid 19MCCC dan menjadikan Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai rujukan pasien Covid 19. Muhammadiyah menginstruksikan kepada seluruh Amal Usaha Muhammmadiyah di seluruh Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan. Menutup masjid dan menghimbau agar warga Muhammadiyah shalat dirumah bersama keluaraga, begitu juga saat idul fitri dan idul adha. Memberhentikan sekolah dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh melalui daring. Sikap Muhammadiyah di atas merupakan bentuk dari pandangan keagamaan Muhammmadiyah. Pandangan Keagamaan Islam yang berkemajuan termanifestasi dengan sikap yang tepat, membawa maslahat dan keselamatan bagi bangsa dan negara. Muhammadiyah melalui tema milad 108 M “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi Covid 19 dan Masalah Negeri” hendak mensyiarkan bahwa gerakam berbasis agama hendaknya mampu memberikan sulusi yang membawa maslahat dan keselamatan, bukan sebaliknya membuat kekacauan dan membuat keadaan semakin sulit dan rumit. Oleh Ari Susanto Aktivis IMM Editor Fauzan AS Hits 2079 Kepribadian Muhammadiyah A. Pengertian dan Sejarah Perumusan Kepribadian Muhammadiyah Kepribadian Muhammadiyah adalah suatu rumusan yang menjelaskan tentang jati diri, apa, dan siapa Muhammadiyah. Yang kemudian dituangkan dalam bentuk sebuah teks yang dikenal sebagai “Matan Kepribadian Muhammadiyah”. Adapun sejarah pembentukannya dapat dijabarkan sebagai berikut ini. Rumusan Kepribadian Muhammadiyah untuk pertama kalinya disusun oleh sebuah Tim yang terdiri dari fakih Usman, FArid Ma’ruf, Wardan Diponingrat, Dr. Hamka, H. Djarnawi Hadikusumo, M. Djindar Tamimy dan M. Saleh Ibrahim. Pembentukan tim dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, merespon isi pidato Fakih Usman. Pidto yang berjudul “Apakah Muhammadiyah itu?” disampaikan dalam kursus pimpinan Muhammadiyah se-Indonesia. Diselenggarakan pada bulan Ramadhan 1381 H atau 1961 M. Isi pidato mengandung makna yang sangat dalam, menggugah dan menarik perhatian para tokoh Muhammadiyah yang datang dari seluruh Indonesia. Fakih Usman dikenal kaya pengalaman, luas ilmunya dan mendalam ruhul islamnya. Dengan kemampuannya beliau dapat menggugah semangat para pemimpin Muhammadiyah pada saat itu. Setelah selesai beliau menyampaikan pidatonya, terjadi mufakat antar tokoh Muhammadiyah. Kemufakatan untuk merumuskan buah pikiran Fakih Usman agar kelak dimiliki kader-kader Muhammadiyah. Sekaligus dijadikan sebagai pedoman organisasi. Hasil kerja tim tadi kemudian diserahkan kepada Pimpinan Pusat. Oleh PP Muhammadiyah ditetapkan sebagai agenda sidang Tanwir pada tanggal 25 - 28 Agustus 1962. Setelah melalui pembahasan dan penyempurnaan, akhirnya siding Tanwir dapat menerimanya. Kemudian dibicarakan kembali pada Muktamar ke-35 di Jakarta atau dikenal “Muktamar Setengah abad”. Pada tanggal 29 April 1963 rumusan tersebut telah sempurna dan lahirlah “Matan Rumusan Kepribadian Muhammadiyah”. Hal yang mendorong Muhammadiyah merumuskan materi Kepribadian Muhammadiyah adalah 1. Situasi politik negara dan masyarakat sekitar tahun 1962, yaitu a. Politik NASAKOM Nasionalis, Agamis, dan Komnunis b. Politik ke arah kiri, lewat tangan pemerintah c. Pancasila diperas menjadi Trisila dan Eka sila yaitu gotong royong 2. Perlu pegangan yang jelas bagi pimpinan dan anggota dalam memegang kembali persyarikatan Muhammadiyah B. Fungsi dan Hakikat Kepribadian Muhammadiyah Fungsi Kepribadian Muhammadiyah Fungsi Kepribadian Muhammadiyah adalah untuk menjadi landasan, pedoman dan pegangan para pemimpin, aktifis dan anggota Muhammadiyah dalam menjalankan roda organisasi, gerakan dan amal usaha agar tidak terombang-ambing oleh pengaruh luar dan tetap istiqomah kepada cita-cita dan perjuangan Muhammadiyah serta cara memperjuangkan cita-citanya. Artinya, tidak terpengaruh oleh paham-paham agama lain, ideologi-ideologi lain, aliran-aliran agama lain, isme-isme, gerakan-gerakan politik, gaya hidup, kebudayaan dan peradaban non muslim serta cara berpikir non muslim seperti cara berpikir Barat, sekuler, liberal dsb. Perkembangan masyarakat Indonesia, baik yang disebabkan oleh daya dinamik dari dalam ataupun karena persentuhan dengan kebudayaan dari luar, telah menyebabkan perubahan tertentu. Perubahan itu menyangkut seluruh segi kehidupan masyarakat, diantaranya bidang sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan, yang menyangkut perubahan strukturil dan perubahan pada sikap serta tingkah laku dalam hubungan antar manusia. Muhammadiyah sebagai gerakan, dalam mengikuti perkembangan dan perubahan itu, senantiasa mempunyai kepentingan untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi-mungkar, serta menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang dipilihnya yaitu masyarakat, sebagai usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuannya "menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang di ridhai Allah SWT. Dalam melaksanakan usaha tersebut, Muhammadiyah berjalan diatas prinsip gerakannya, seperti yang dimaksud di dalam “Matan Keyakinan Cita-cita Hidup Muhammadiyah”. Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah itu senantiasa menjadi landasan gerakan Muhammadiyah, juga bagi gerakan dan amal usaha dan hubungannya dengan kehidupan masyarakat dan ketatanegaraan, serta dalam bekerjasama dengan golongan Islam lainnya. Hakikat Kepribadian Muhammadiyah Pada hakikatnya kepribadian Muhammadiyah adalah wajh وَجْه dan wijhah وِجْهَة-nya persyarikatan Muhammadiyah yang mencerminkan tiga predikat yang melekat kuat sebagai Asy-syakhshiyah jati dirinya secarah utuh orisinal. Ketiga predikat itu adalah 1. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. 2. Muhammadiyah sebagai gerakan Da,wah. 3. Muhammadiyah sebagai gerakan Tajdid. Penanaman Muhammadiyah sebagai gerakan Islam didasarkan pada segi asas aqidah perjuangan Muhammadiyah yang telah menjadkan dinul Islam sebagai satu-satunya Al-Manhaj Al-Ilahi undang-undang Ilahi sebagai subjek sumber nilai dan objek sumber konsep perjuangan Muhammadiyah. Yang dimaksud dengan Islam sebagai objek sumber nilai perjuangan Muhammadiyah ialah bahwa semua hasil kegiataan dan amal usaha Muhammadiyah selalu digerakkan didasarkan dan dijiwai dengan dinul Islam dan ruhul Islam, sedangkan yang dimaksud dengan Islam sebagai objek sumber konsep perjuangan Muhammadiyah ialah bahwa semua kegiatan dan amal usaha Muhammadiyah adalah untuk “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam” untuk mencapai terwujutnya cita-cita Islam, yaitu “Masyarakat utama Adil dan makmur yang diridlai Allah SWT” dimana kebaikan dan kebahagiaan luas merata. Sebagai sumber nilai dan sumber konsep,maka dinul Islam tidak bisa dari kehidupan dan perjuangan Muhammadiyah. Islam telah menjadi “sibghah” yang medasari, menjiwai dan mewarnai seluruh Gerakan Muhammadiyah. Penanaman Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dapat dilihat dari segi bentukujud kegiatan dan amal usahanya untuk melaksanakan Dakwah Islamiah amar makruf nahy munkar sebagai tugas utama umat Islam dibidang kemasyarakatan sebagaimana firman Allah. Artinya “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma,ruf dan mencegah dari yang mungkar, danberiman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik” Islam adalah sumber nilai, sedangkan dakwah Islamiah merupakan proses alih nilai yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku dan dakwah Islamiah yang dikembangkan oleh Muhammadiyah adalah upaya pengkondisian masyarakat agar objek dakwah lebih mengetahui,memahami, dan mengamalkan dinul Islam sebagai pandangan dan cita-cita hidupnya. Dalam pengertian Muhammadiyah sebagai subjek dakwah maka seluruh amal usaha Muhammadiyah harus merupakan amal usaha dakwah; seluruh pimpinan Muhammadiyah disemua tingkat harus menjadi pimpinan gerakan dakwah. Semua pimpinan pada setiap amal usaha Muhammadiyah harus merupakan pimpinan amal usaha dakwah. Semua majelis dan ortom Muhammadiyah harus merupakan majlis dan ortom penyelenggara kegiatan dakwah. Pendeknya semua orang yang terlibat dalam kegiatan amal usaha Muhammadiyah harus menjadi pelaksana dakwah. Kemudian penamaan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, dilihat dari sifat Dakwah Muhammadiyah yang ditujukan kepada ummat Ijbah ummat Islam sendiri baik terhadap perorangan maupun masyarakat. Tajdid yaitu mengembalikan pemahaman dan pengamalan ummat Islam terhadap dinul Islam secarah benar dan tepat asli murni sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah SWT sedangkan dalam bidang amaliah duniawiah maka tajdid yang dilakukan muhammadiyah bersifat modernisasi untuk mengaktualisasikan ajaran Islam sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang cenderung selalu berubah, sehingga Dinul Islam menjadi Rahmartan Lil-Alamin. Jiwa yang terkandung dalam kepribadian Muhammadiyah itu menunjukkan betapa Muhammadiyah dibesarkan oleh pengalaman sejarah bangsa dan umat manusia, sehingga sudah saatnya Muhammadiyah menunjukkan wajah dan wijhahnya yang sebenarnya sebagai suatu gerakan Islam, Gerakan Dakwah dan Gerakan tajdid yang bertanggung jawab terhadap Agama Islam dan Bangsa. Setiap warga Muhammadiyah terutama para pemimpinya dan tokohnya hendaknya selalu mengamalkan dan memperjuangkan apa yag sudah tercantum dalam kepribadian Muhamadiyah, serta benar-benar menjadikannya sebagai pedoman beramal dan berjuang sekaigus sebagai hiasan pribadi warga Muhammadiyah. C. Isi Kepribadian Muhammadiyah Matan atau teks Kepribadian Muhammadiyah dihasilkan dalam muktamar ke-35 di Jakarta atau yang dikenal dengan Muktamar setengah abad. Isi dari Matan Kepribadian Muhammadiyah ini harus diketahui dan dipahami oleh setiap anggota persyarikatan Muhammadiyah. Adapun isi Matan Kepribadian Muhammadiyah adalah sebagai berikut 1. Apakah Muhammadiyah itu? Muhammadiyah adalah persyarikatan yang bergerak dalam Dakwah Islam Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada perseorangan dan masyarakat yang bertujuan terwujudnya masyarakat utama adil makmur yang diridhai Allah SWT masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dakwah kepada perorangan, terbagi menajdi dua, yaitu a. Kepada yang telah Islam umat ijabah bersifat pembaharuan tajdid, yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; b. kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Adapun da’wah kepada masyarakat, bersifat kebaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata-mata. 2. Dasar dan amal usaha muhammadiyah Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dimana kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan luas-merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar MADM yaitu a. Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah. b. Hidup manusia bermasyarakat. c. Mematuhi ajaran-ajaran agama Islam dengan berkeyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia akhirat. d. Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan ikhsan kepada sesama manusia. e. Ittiba’ kepada langkah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. f. Melancarkan amal usaha dan perjuangannya dengan ketertiban organisasi. g. Seluruh perjuangan yakni menuju satu titik tujuan Muhammadiyah yaitu terwujudnya masyarakat utama adil makmur yang diridhai Allah SWT masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 3. Pedoman amal usaha dan perjuangan muhammadiyah Menilik dasar prinsip tersebut di atas, maka apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tunggalnya, harus berpedoman “Berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak dengan membangun segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah”. 4. Sifat Muhammadiyah a. Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan. b. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah. c. Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam. d. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan. e. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah. f. Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik. g. Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam. h. Kerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya. i. Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT. j. Bersifat adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan jugaSoal Pilihan Ganda Kemuhammadiyahan Kelas 11 Bab Ciri Gerakan Muhammadiyah ~ Pilihan Ganda Kemuhammadiyahan Kelas 11 Bab Muhammadiyah dari Masa ke Masa ~ Essay Kemuhammadiyahan Kelas 11 Bab Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah MKCHM ~

pertanyaan tentang kepribadian muhammadiyah