Untukdapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian e-business, cara yang sering digunakan adalah menggunakan prinsip 4W, yaitu : a. What: menjelaskan tentang aktifitas apa saja yang ada dalam e-business. b. Who: menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam aktifis e-bussiness. c. Whare: menjelaskan dimana saja aktifitas bisnis dapat dilakukan. d. Internet(Interconected Network = Jaringan Global) LAN (Local Area Network) yaitu jaringan komunikasi sejumlah komputer dalam area/lokasi yang kecil (ruang / gedung / kampus), yang pada umumnya terkoneksi melalui media kabel. Internetmerupakan sebuah kumpulan global (mendunia) ribuan jaringan komputer dan jutaan komputer pribadi yang dikelola secara bebas. Internet dapat menghubungkan komputer dan jaringan komputer yang dikelola, baik oleh pemerintah maupun swasta dan perorangan yang ada di berbagai negara. Ruanglingkup adalah penjelasan tentang batasan sebuah subjek yang terdapat di sebuah masalah. Bila diartikan secara luas ruang lingkup adalah batasan. Batasan yang dimaksud dalam ruang lingkup bisa berupa faktor yang diteliti seperti materi, tempat, waktu dsb. Sementara makna dalam arti sempit ruang lingkup berarti adalah suatu hal atau materi. LANatau kepanjangan dari Local Area Network merupakan jaringan komputer dengan cakupan jaringan yang wilayahnya kecil seperti jaringan komputer gedung, kampus, kantor, sekolah, di dalam rumah, atau di dalam satu ruangan. Kebanyakan LAN saat ini berbasis teknologi Ieee 802.3. 5JRB. Selama mengakses internet, tentu kamu tidak akan terlepas dari protokol jaringan bernama IP Internet Protocol. Nah IPV4 adalah salah satu dari jenis IP yang paling banyak digunakan saat ini. Namun, apakah kamu tahu IPV4 terdiri dari berapa bit? Dalam artikel kali ini, Jagoan Hosting akan mengulas lebih lanjut soal IPV4 hingga bedanya dengan IPV6. Yuk simak!Apa itu IPV4?IPV4 adalah singkatan dari Internet Protocol Volume 4 yang memiliki fungsi sebagai pergantian berbagai jenis jaringan seperti Ethernet, atau yang lebih populer dengan sebutan Link layer IPV4 sering dibandingkan dengan IPV6, baik dari kapasitas bit hingga lainnya. Bicara terkait bit, IPV4 terdiri dari 32 bit yang mampu menawarkan berbagai macam alamat di internet dengan kapasitas mencapai 4,3 miliar, Sob!Jenis Alamat IPV4IPV4 terdiri dari berbagai jenis alamat yang tergolong menjadi tiga bagian, yakni unicast, multicast, dan broadcast. Apa yang menjadikan ketiganya berbeda dan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhinya? Apakah berdasarkan dari IPV4 terdiri dari berapa blok? Atau IPV4 terdiri dari berapa byte dan bit, ya? Berikut UnicastDimulai dari unicast, yakni jenis alamat IPV4 yang mengandalkan mekanisme Point to Point PTP, jika diberikan perbandingan adalah 11. Gambaran sederhananya, misal kamu mempunyai seorang teman yang setiap hari secara intens berkomunikasi, baik hanya sekedar mengobrol biasa ataupun sedang mengerjakan proyek pekerjaan bersama dan mengandalkan komputer dan internet sebagai media pengiriman anggaplah kamu adalah si A dan teman kamu si B. Sistem unicast ibaratnya seperti sebuah jembatan lurus yang menghubungkan titik A dan B. Jadi, saat kamu mengirimkan data, apapun bentuknya, maka si jembatan ini unicast akan secara langsung mengirimkannya ke B, tanpa membutuhkan perantara titik node lainnya untuk mencapai titik B, misalnya seperti harus ke A1-A2-A3 hingga MulticastKonsep dari multicast hampir menyerupai unicast. Namun, bedanya adalah multicast mampu menghubungkan jaringan dari pusat ke beberapa titik node komputer yang masing-masing titiknya tergabung dalam satu bingung maksudnya seperti apa? Misalnya saja seperti ini, anggaplah kamu mempunyai 5 orang teman dan termasuk dalam satu kelompok pertemanan yang diberi nama “Jagoan Kita”. Nah, 5 orang yang tergabung dalam kelompok Jagoan Kita tersebut berarti berada di ruang lingkup yang sama dengan kamu dong tentunya?Sistemnya pun cukup mudah, posisikan kamu sebagai ketua kelompok Jagoan Kita. Segala informasi yang kamu punya bisa didistribusikan ke 5 teman kamu lainnya secara bersamaan karena kalian berada di satu kelompok misalnya dalam 10 detik kamu baru bisa mengirimkan pesan ke 5 orang teman di Jagoan Kita, sedangkan dengan dengan menerapkan multicast, hanya dalam waktu 2 detik saja, informasi tersebut secara serentak bisa didistribusikan kepada 5 orang teman kamu, juga Cara Cek IP Address dengan Mudah di Laptop dan Android3. BroadcastIni juga hampir menyerupai sistem dari multicast. Yang membedakannya ialah skala dari broadcast jauh lebih besar dan menyeluruh dengan rentang waktu pendistribusian data relatif saja, kamu memposisikan diri sebagai seorang penyiar radio. Nah, seorang penyiar radio mendistribusikan berbagai macam informasi maupun hiburan, mulai dari berita terkini hingga musik terpopuler ke banyak orang yang jangkauannya mungkin nggak hanya satu kota saja, melainkan kabupaten hingga station dianggap sebagai pusat penyiar dalam memberitahukan informasi kepada pendengar, sehingga saat penyiar sudah mulai menyatakan hal-hal penting melalui alat khusus, maka orang-orang di mana pun yang mendengarkan radio tersebut di jam yang sama, maka akan memperoleh informasi sama pula, Kelas IPV4IPV4 terdiri dari beberapa kelas, yakni A-B-C-D-E. Berikut ARentang angka IP – alamat IP maksimal jaringan maksimal 128Cocok di gunakan untuk jaringan yang memiliki skala sangat besar karena kapasitasnya pun sangat memadai. Namun, jika di bandingkan dengan kelas lainnya, seperti B dan C, kelas A mempunyai jumlah pembentukan jaringan cenderung minim, akan tetapi dari segi kapasitasnya, kelas A memegang posisi Kelas BRentang angka IP – alamat IP maksimal jaringan maksimal B di peruntukan bagi jaringan dengan skala menengah ke atas dan mampu menciptakan jaringan hingga mencapai buah, serta masing-masing jaringan bisa menampung host dengan jumlah Kelas CRentang angka IP – alamat IP maksimal jaringan maksimal ini di gunakan untuk skala jaringan yang jauh lebih kecil, karena setiap jaringan hanya mampu menampung host hingga mencapai 254 host saja. Nah, biasanya, kelas C lebih di gunakan pada rangkaian internet protokol secara private, misalnya saja seperti sekolah, universitas, hingga Kelas DRentang angka IP – alamat IP maksimal Nggak di jelaskan secara spesifikJumlah jaringan maksimal Nggak di jelaskan secara spesifik5. Kelas ERentang angka IP – alamat IP maksimal Nggak di jelaskan secara spesifikJumlah jaringan maksimal Nggak di jelaskan secara spesifikBaca juga 5 Panel VPS Yang Harus Kamu KetahuiIPV4 Terdiri dari Berapa Bit?Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, IPV4 terdiri dari 32 bit. Meskipun jauh lebih terbatas di bandingkan IPV6, akan tetapi IP4 bisa menampung alamat mencapai 4 miliar jika di ciptakan dalam bentuk deretan angka, maka kurang lebih seperti ini itu, pemisahan antara deretan angka pada IP4 menggunakan titik ., sedangkan IPV6 menggunakan dua titik sebagai pemisahnya .Perbedaan IPV4 dengan IPV6Terdapat perbedaan cukup signifikan antara IPV4 dan IPV6, baik dari ukuran bit, router, hingga mobilitasnya. Yuk ketahui perbedaan di antara keduanya!Konfigurasi IPV4 mempunyai sistem konfigurasi manual, sedangkan IPV6 otomatisKapasitas IPV4 terdiri dari 32 bit dan IPV6 sekitar 128 bitPenggunaan IPV4 mulai dioperasikan pada tahun 1981 dan IPV6 baru bisa di gunakan sejak tahun 1999IPSEC IPV4 bersifat opsional dan IPV6 mendukung penuh fitur iniMobilitas IPV4 sangat bergantung pada kemampuan roaming, sehingga jatuhnya terbatas, sedangkan IPV6 cenderung stabil tetap terjagaRouting IPV4 cenderung menurun dan IPV6 efisienUkuran header IPV4 mempunyai ukuran header 20 oktet dan IPV6 mempunyai ukuran 40 oktetBagaimana, sudah tahu kan IPV4 terdiri dari berapa kelas dan bit? Semoga artikel ini bermanfaat, terutama untuk kamu yang menggunakan IPV4 sebagai protokol jaringan utama. Jika masih punya pertanyaan, kritik, ataupun saran, langsung tuliskan saja di kolom komentar ya, Sob! Gambar Dari Pengertian ICT Apa Itu Information Communication Technology Sejarah Fungsi Dan Tujuan Peran Ruang Lingkup Serta Contohnya Tahukah kalian, Pengertian ICT, Apa itu ICT? Sejarah, Fungsi dan Tujuan, Peran, Ruang Lingkup serta Contohnya? Benar! ICT mewakili kata yang bisa kita sebut sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bahasa Indonesia atau TIK yang artinya sebuah istilah ekstensional untuk teknologi informasi yang menekankan peran komunikasi terpadu dan integrasi telekomunikasi saluran telepon dan sinyal nirkabel dan komputer, serta software perangkat lunak perusahaan yang diperlukan, middleware, penyimpanan, dan sistem audiovisual yang memungkinkan kepada pengguna untuk mengakses, menyimpan, mengirim, dan memanipulasi informasi. Penelitian di dunia telah menunjukkan bahwa ICT dapat meningkatkan pembelajaran siswa dan metode pengajaran yang lebih baik. Sebuah laporan yang dibuat oleh Institut Nasional Pendidikan Multimedia di Jepang, juga telah membuktikan bahwa peningkatan penggunaan teknologi dalam pendidikan dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap prestasi siswa. Baiklah, di bawah ini akan Kami ulas secara detail tentang apa itu ICT secara lebih detail dan lengkap, simak ulasannya berikut! Daftar Isi KontenPengertian ICTApa itu ICT?1. Information and Communication Technology2. Information, Communication and TechnologyICT adalah TIKSejarah Singkat ICTFungsi dan Tujuan ICTPeran dan Penerapan ICTa. Bisnis dan Industrib. Bidang Pendidikan1. Sebagai Skill dan Kompetensi2. Sebagai Infrastruktur Pembelajaran3. Sebagai Sumber Bahan Belajar4. Sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pembelajaran5. Pendukung Manajemen Pembelajaran6. Sebagai Sistem Pendukung Keputusan Pengambil Keputusan atau SPKc. Bidang Kesehatand. Bidang PemerintahanRuang Lingkup ICT1. Teknologi Informasi2. Teknologi KomunikasiContoh ICT atau TIKKesimpulanPenutupBagikan Sekarang Ke ICT adalah semua mengacu pada semua teknologi yang digunakan untuk menangani telekomunikasi, media siaran, sistem manajemen bangunan cerdas, sistem pemrosesan dan transmisi audiovisual, dan fungsi kontrol dan pemantauan berbasis jaringan berdasarkan simpulan Kami yang bersumber dari Situs Technopedia. Meskipun Information Communication sering dianggap sebagai sinonim yang diperluas untuk Information Technology yang cakupannya lebih luas. Apa itu ICT? Jadi, apa itu sebenarnya ICT? Sebelumnya, ini adalah singkatan yang ambigu jika diuraikan dalam bahasa Indonesia, karena akronim ICT dapat memiliki 2 kepanjangan yang berbeda. Di bawah ini adalah 2 kepanjangan ICT yang sering digunakan oleh masyarakat awam. Information and Communication Technology Information, Communication and Technology Hal ini mungkin tampak sebagai perbedaan yang halus, tetapi ada perbedaan signifikan dalam arti ICT tersebut dimana, yang kedua jauh lebih luas daripada yang pertama. 1. Information and Communication Technology Kebanyakan orang mengatakan bahwa ICT adalah singkatan dari “Information and Communication Technology” seperti nomor 1 di atas. Baiklah, disini akan Kami uraikan secara detail tentang ini. Jika kita uraikan, maka akan menjadi “Information Technology” atau “Communication Technology”, disini bukan atau “Information Informasi” dan “Communication Komunikasi” yang berdiri sendiri, kata tersebut harus bersamaan dengan kata Technology Teknologi dan mereka tidak dapat eksis secara mandiri. Intinya Anda dapat menyingkat Information and Communication Technology dengan hanya Technology saja jika Anda menggunakan kepanjangan ICT yang pertama. 2. Information, Communication and Technology Menurut Kami pribadi, kepanjangannya seharusnya adalah hanya “Information, Communication and Technology” saja. Karena tiap-tiap aspek dari akronim tersebut dapat berdiri sendiri. Jadi, kepanjangan ini termasuk “Information Informasi” atau “Communication Komunikasi” dan juga “Information and Communication Technology” yang merupakan apa itu kepanjangan ICT yang pertama di atas. Selain itu, cara lain untuk melihat apa arti dari singkatan ICT adalah dengan menguraikannya sebagai berikut Information atau Informasi data dalam bentuk kertas atau elektronik. Communication atau Komunikasi secara langsung atau elektronik komunikasi elektronik, secara tertulis atau suara, telekomunikasi, dan penyiaran. Information Technology atau Teknologi Informasi TI yang termasuk perangkat lunak, perangkat keras, dan elektronik. Communication Technology atau Teknologi Komunikasi yang termasuk protokol, perangkat lunak, dan perangkat keras. ICT adalah TIK ICT adalah TIK dalam istilah yang ada di Indonesia. Dalam pengertian yang khusus atau sempit, teknologi adalah sesuatu yang mengacu dalam objek benda yang digunakan untuk kemudahan kegiatan manusia, seperti mesin, perkakas, atau hardware perangkat keras. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat mencakup pengertian Sistem, organisasi, dan juga teknik. Namun, seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman, arti teknologi menjadi semakin meluas, sehingga saat ini terutama di tahun 2023 ini, dimana teknologi merupakan sebuah konsep yang berkaitan dengan jenis penggunaan serta pengetahuan mengenai alat dan keahlian dan juga bagaimana teknologi tersebut sanggup memberi pengaruh pada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan memperbarui sesuatu yang ada pada sekitarnya. Secara garis besar teknologi diciptakan manusia agar dapat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya dalam kehidupan sehari-hari secara cepat, mudah dan juga singkat. Hal tersebut merupakan salah satu yang menimbulkan pendapat adanya istilah ICT dan TIK. Sejarah Singkat ICT Selain mengenal apa itu ICT dan TIK, kita juga harus mengetahui apa saja sejarah singkat awal mulanya ICT atau TIK ini. Ya! Ini semua dimulai dengan adanya komputer komersial pertama adalah UNIVAC I, yang dikembangkan oleh John Eckert dan John W. Mauchly pada tahun 1951. Komputer ini digunakan oleh Biro Sensus untuk memprediksi hasil pemilihan presiden tahun 1952. Selama dua puluh lima tahun ke depan, Komputer mainframe digunakan di perusahaan besar untuk melakukan perhitungan dan memanipulasi sejumlah besar Informasi yang disimpan dalam database. Baru-baru ini telah menjadi marak dan populer untuk memperluas istilah agar secara eksplisit memasukkan bidang komunikasi elektronik sehingga orang cenderung menggunakan singkatan ICT Information Communication and Technologies atau TIK Teknologi Informasi dan Komunikasi. Fungsi dan Tujuan ICT Ilustrasi Gambar Fungsi Dan Tujuan ICT Atau TIK Dalam Penjelasan Pengertiannya Berdasarkan penjelasan pengertian ICT di atas, perlu kalian ketahui bahwa, bidang ICT ini biasanya identik dan terdapat pada lingkungan sekolah, kampus dan perusahaan, bagian atau pusat ICT ini ada dengan fungsi untuk mengembangkan, mengimplementasikan dan mendukung sistem informasi dan aplikasi yang mendukung proses akademik dan administrasi dari sekolah, kampus atau perusahaan. Pusat ini juga menyediakan akses ke sumber daya TIK. Selain itu, mereka juga mendukung dan memelihara fasilitas TIK. Untuk tujuannya sendiri, ICT memiliki tujuan untuk memastikan bahwa seseorang atau bagian baik itu staf dan mahasiswa pada lingkungan tersebut telah terjamin aksesnya kepada sumber daya ICT atau TIK. Baik itu fasilitas pembelajaran, pengajaran, penelitian, penyebaran ilmu pengetahuan dan lain sebagainya yang terkait ICT. Peran dan Penerapan ICT Ilustrasi Gambar Peran Dan Penerapan ICT Setelah mengetahui dan memahami dedinisi ICT, kita juga harus melihat apa saja peran dan penerapan ICT atau TIK ini. Seiring peningkatan kualitas hidup yang semakin menuntut manusia dalam melakukan berbagai macam aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Tanpa kita sadari, sebagian besar aktifitas yang dilakukan oleh manusia tersebut, kini sudah didukung oleh teknologi. Information Communication and Technology, baik secara langsung maupun tidak langsung telah memperbarui cara kita dalam hidup, cara kita belajar, cara kita bekerja dan cara kita bermain. Adapun beberapa peran dan penerapan dari ICT biasanya sangat berperan besar terutama pada bidang bisnis, pendidikan, dan kesehatan dan juga pemerintahan. Di bawah ini adalah beberapa peran dan penerapan ICT dalam berbagai bidang yang perlu kalian ketahui. a. Bisnis dan Industri Yang pertama adalah peran dan penerapan ICT dalam bidang bisnis contohnya, ICT atau TIK telah ada dan banyak dipakai untuk mendukung proses bisnis yang terjadi dalam perusahaan, baik bidang ekonomi juga perbankan. Dengan hadirnya berbagai macam application aplikasi, pogram dan juga layanan e-bussiness, e-commerce, e-banking dan lain sebagainya. Dengan kebutuhan akan efisiensi waktu, setiap pelaku bisnis merasa adalah hal yang harus dan perlu untuk menerapkan teknologi informasi pada lingkungan kerja. Penerapan ICT ini salah satunya dapat menyebabkan perubahan pada norma kerja. Misalnya seperti penerapan ERP atau Enterprice Resource Planning. b. Bidang Pendidikan Selanjutnya adalah pada bidang pendidikan. Bidang pendidikan pun sudah menerapkan perkembangan teknologi pembelajaran. Dalam aplikasi dan penerapannya pada pembelajaran sehari-hari, sering dijumpai kombinasi dan gabungan daripada teknologi seperti audio, video, dan internet baca pengertian internet disini. Seperti yag kita ketahui, internet merupakan alat komunikasi simpel serta murah, dimana, ini memungkinkan terjadinya interaksi antara satu atau dua orang lebih. Kemampuan dan ciri daripada internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar secara jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan e-learning menjadi lebih efektif, ampuh dan efisien sehingga bisa didapatkan hasil atau output yang lebih baik. Dengan hadirnya e-learning, setiap murid pun dapat mengakses materi pembelajaran yang disediakan melalui website. Siswa dapat untuk melakukan interaksi dengan guru atau dengan siswa lainnya tanpa harus berada dikelas. Materi pembelajaran online, membuat siapa saja dapat mengakses materi tersebut tanpa dibatasi oleh jarak serta waktu. Dalam bidang pendidikan sendiri, adapun beberapa peran dan penerapan ICT lainnya adalah sebagai berikut. 1. Sebagai Skill dan Kompetensi Penggunaan ICT harus seimbang. Peran dan pemanfaatannya juga dapat masuk ke dalam seluruh lapisan warga, namun harus sesuai dengan porsinya warga masing-masing untuk menerimanya sebagai skill dan kompetensi. 2. Sebagai Infrastruktur Pembelajaran Tersedianya bahan ajar yang berupa bentuk digital. Istilah The Network is the School, artinya sekolah tersebut sendiri merupakan sebuah jaringan, dimana kita semua dapat untuk belajar dimana saja dan kapan saja. 3. Sebagai Sumber Bahan Belajar Ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat, pengajar-pengajar hebat tersebar di seluruh penjuru dunia. Selain itu, buku dan bahan ajar pun juga diperbaharui secara terus menerus atau kontinyu. Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran, tanpa teknologi, untuk mendapat sumber bahan pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama. 4. Sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pembelajaran ICT juga dapat menjadi alat bantu yang bemfasilitasi pembelajaran. Sebagai contoh, misalnya seperti earphone, dapat digunakan untuk pembelajaran bahasa yang efektif. 5. Pendukung Manajemen Pembelajaran Masing-masing individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti setiap harinya. ICT atau TIK dalam menjadi pendukung manajemen pembelajaran karena dengan teknologi segala proses pun dalam pengelolaan pembelajaran dapat menjadi efektif. 6. Sebagai Sistem Pendukung Keputusan Pengambil Keputusan atau SPK ICT dapat menjadi pendukung keputusan yang baik, karena dalam ICT terdapat algoritma baca pengertian algoritma disini yang dapat diandalkan untuk melakukan hal tersebut. c. Bidang Kesehatan ICT atau TIK dalam bidang kesehatan sudah memberikan pembaruan terbaru pada pola juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien, yaitu dengan sistem berbasis smart card atau kartu pintar, yang dapat digunakan juru medis agar dapat mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit, karena dalam kartu tersebut para juru medis sudah dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Terkait bidang keperawatan, dalam bidang kesehatan juga digunakan robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan perangkat komputer dengan output pencitraan 3D atau tiga dimensi agar dapat memberitahukan dan mengetahui letak tumor yang ada dalam tubuh pasien. d. Bidang Pemerintahan Sedangkan penerapan ICT dalam bidang pemerintahan yang biasa dikenal dengan kata e-goverment. Adapun tujuan pemanfaatannya dalam pemerintahan adalah agar pelayanan terhadap warganya menjadi lebih efektif. ICT atau TIK juga dapat digunakan untuk memberdayakan rakyat, karena dengan adanya infrastruktur e-government akan lebih mudah dan efisien serta cepat untuk mengakses berbagai Informasi yang berasal dari pemerintah. Selain itu, ICT juga dapat mendukung pengelolaan Pemerintahan yang dalam meningkatkan Komunikasi antara pemerintah dengan sektor bisnis dan industri, salah satu bidang pemerintahan yang bergerak dalam bidang ICT atau TIK adalah Diskominfo. Ruang Lingkup ICT Seperti yang sudah Kami jelaskan tentang pengertian ICT di atas, ini mencakup 2 dua aspek, yaitu adalah teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Di bawah ini adalah penjelasan secara detail dan lengkap terkait ruang lingkup ICT. 1. Teknologi Informasi Ruang Lingkup ICT yang pertama adalah teknologi informasi, maksud dari ICT disini, mereka mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi baca pengertian informasi disini. 2. Teknologi Komunikasi Berikutnya adalah teknologi komunikasi. Terkait ICT sebagai teknologi komunikasi disini, berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data baca pengertian data disini dari perangkat yang satu ke perangkat yang lainnya. Contoh ICT atau TIK Gambar Penggunaan Aplikasi AutoCAD Dalam Contoh ICT Dan TIK Agar lebih memahami akronim ICT kita juga harus mengetahui apa contoh dari ICT. Sebagai contoh, misalnya pada bidang industri dan manufaktur, dalam bidang industri, personal komputer atau PC digunakan dalam proses perencanaan sebuah produk baru melalui program desain, misalnya CAD atau Computer Aided Design. Tujuannya adalah, agar produk yang diinginkan dapat untuk didesain secara cepat, mudah, dan memiliki ketepatan dan akurasi yang tinggi. Contoh, seperti dalam menggambar bentuk desain mobil dibutuhkan waktu yang lama serta relatif sulit apabila dilakukan secara manual. Akan tetapi, dengan program CAD misalnya seperti AutoCad semua masalah tersebut dapat teratasi. Bahkan, Program ini juga dapat menggambarkan bentuk kompleks dan konkret dari sebuah desain seperti desain mobil yang dapat dilihat dari berbagai macam sudut 3 dimensi. Pada tahap produksi, digunakanlah robot yang dikendalikan oleh komputer dengan program CNC atau Computer Numerical Control dan CAM atau Computer Aided Manufacture CAM. Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan pun juga dapat dilakukan serta disimulasikan dengan komputer ini. Kesimpulan Well, berdasarkan penjelasan dan pembahasan Pengertian ICT, Apa itu ICT? Sejarah, Fungsi dan Tujuan, Peran, Ruang Lingkup serta Contohnya di atas, dapat kita simpulkan bahwa ICT adalah payung besar terminologi yang meliputi semua alat-alat teknis untuk memproses dan juga mengungkapkan informasi yang digunakan sebagai alat bantu untuk merancang sesuatu yang baru secara cepat, mudah, serta sempurna seksama. Penerapannya pun juga dilakukan dalam berbagai bidang seperti bidang bisnis atau industri, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan lain sebagainya. Penutup Demikianlah ulasan yang dapat Kami bagikan dalam postingan kali ini yang membahas mengenai Pengertian ICT, Apa itu ICT? Sejarah, Fungsi dan Tujuan, Peran, Ruang Lingkup serta Contohnya beserta penjelasannya secara detail dan lengkap, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Kita semua dalam memahaminya. Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kami disini dengan menyertakan sumbernya serta jangan lupa untuk meninggalkan komentar Anda di bawah ini. Sekian dari Saya, Terima Kasih. E-Business dan E-Commerce Pengertian, Hubungan, Keuntungan, Perbedaan dan Contoh Adalah transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik dan Transaksi diadakan dengan secara elektronik atau digital, sesuatu dibuat menjadi mungkin dengan pesatnya perkembangan komunikasi digital. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Transaksi – Bisnis, Bukti, Manfaat, Jenis, Pengelompokan, Contoh Awalan “E” ialah “elektronik”, yang berarti kegiatan ataupun transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik. Transaksi diadakan dengan secara elektronik atau digital, sesuatu dibuat menjadi mungkin dengan pesatnya perkembangan komunikasi digital. Pengertian dan Sejarah E-Business E-business atau elektronik bisnis dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dan transaksi. E- bisnis juga salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk dan pengembangan usaha. Definisi e-business menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet. Dari konsep yang dipopulerkan IBM akhirnya banyak perusahaan software besar yang ikut mengembangkan layanan e-business diantaranya the big four IBM, Oracle, SAP, dan Microsoft. Layanan e-business yang mereka kembangkan telah terintegrasi dalam suatu paket produk, diantaranya IBM Business Solutions, Oracle Business Intelligence, SAP Business Suite dan Microsoft Dynamics. Konsep e-business ini dilatarbelakangi dengan adanya krisis yang dialami IBM sehingga akhirnya mengganti CEO-nya pada tahun 1993. Pertumbuhan internet yang sangat cepat mulai pertengahan 1990-an, membuat banyak pihak melihatnya sebagai suatu kesempatan emas yang dapat membuat perusahaan lebih unggul, namun banyak yang belum bisa memanfaatkan keadaan tersebut. Melihat keadaan yang dapat mengubah cara kerja perusahaan, akhirnya pada tahun 1995 Louis Gerstner, CEO IBM saat itu berhasil mengatasi krisis finansial yang dialami IBM dan mengagendakan bagaimana membuat internet bisa menj adi alat bisnis ke bisnis yang bermanfaat, dengan mengandeng Dennie Welsh sebagai Kepala Integrated Systems Services Corporation anak perusahaan IBM saat itu, dan Marketing Executive John Patrick yang memiliki persepsi sama dengan dia. Untuk menangani rencana besar Gerstner akhirnya dibentuk Internet Division dibawah pimpinan Irving Wladawsky-Berger, dengan tugasnya untuk merumuskan dan meluncurkan strategi internet perusahaan di seluruh unit bisnis. Sehingga pada musim gugur 1997, Louis Gerstner melalui IBM mengkampanyekan pemasaran yang sangat kreatif untuk mendorong dan menyediakan layanan agar setiap perusahaan mampu menerapkan e-business dan memanfaatkan internet sebagai nilai bisnis. E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi ICT untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen. Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill Menurut Kalakota dan Robinson Kalakota, 2001 menuliskan bahwa e-business adalah sebuah paduan yang kompleks antara proses-proses bisnis, aplikasi-aplikasi perusahaan dan beberapa struktur organisasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu model bisnis yang memiliki performasnsi yang jauh lebih baik dari keadaaan sebelumnya. E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dandata yang telah terkomputerisasi. Steven Alter. Information System Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002. Menurut Mohan Sawhney & Jeff Zabin dalam O‟Brien & Marakas 2008 menyatakan bahwa e-business merupakan pemanfaatan jaringan elektronik dan teknologi-teknologi yang berkaitan untuk membolehkan, memperkuat, meningkatkan, merubah, atau menemukan suatu proses bisnis atau system bisnis yang mempunyai nilai yang lebih menguntungkan pelanggan saat ini ataupun pelanggan potensial. Definisi lainnya menurut O‟Brien & Marakas dalam bukunya Management Information System 2008 menyatakanbahwa e-business adalah penggunaan teknologi internet untuk bekerja dan memberdayakan proses bisnis, e-commercedan kolaborasi dengan mitra bisnis seperti hubungandengan pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan bisnis lainnya. Pengertian dan Sejarah E-Commerce E-Commerce adalah Perdagangan jual / beli melalui jaringan elektronik dimana komputer sebagai sarana yang digunakan untuk memudahkan semua operasi perusahaan Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga e-commerce pun menjadi identik dalam menjalankan bisnis di internet. Dengan menggunakan teknologi informasi, e commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. E commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan yang konsisten. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Valuta Asing – Latar Belakang, Mekanisme, Karakteristik, Transaksi, Pemain Pasar, Para Ahli Hubungan E-Bisnis dan E- Commerce Ada 2 operasional perusahaan dalam e-commerce, yaitu Pihak Internal Bag. Keuangan, Bag. Pemasaran, Bag. Produksi, dan bagian fungsional lainnya. Pihak Eksternal Pelanggan, Pemasok, Pemerintah, Konsumen, dan lingkungan lainnya. E-commerce electronic commerce adalah pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui system elektronik seperti internet, televisi, world wide web, atau jaringan-jaringan computer lainnya. E-commerce melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet. Perbedaan E-Business dan E-Commerce Pada dasarnya, e-commerce dan juga e-business bisa kita bedakan dengan sangat mudah. Hampir semua e-commerce adalah bagian dari e-business, jadi tidak salah apabila kita menyebutkan banyak toko – toko online sebagai bentuk dari e- commerce ataupun e-business. Namun demikian, tetap ada sebuah perbedaan antara kedua layanan yang berada di dalam jaringan internet ini, yaitu E-business mencakup area yang sangat luas, mulai dari pembangunan modal, sumber daya manusia, sumber daya teknologi, proses marketing dan pemasaran, manajemen perkantoran, proses audit, dan segala macam elemen lainnya. Sedangkan, e-commerce hanya berfokus pada proses jual beli atau pemindahtanganan yang dilakukan melalui proses transaksi secara elektronik di sebuah situs. E-commerce merupakan bagian kecil dari sebuah e-business. Ibaratnya, apabila kita ibaratkan sebagai tubuh manusia, e-business adalah seluruh tubuh manusia, sedangkan e-commerce hanyalah bagian tangan kiri atau tangan kanan manusia saja. E-commerce hanya membutuhkan spesifikasi dan kemampuan analisa dari segi penjualan dan transaksi saja, sedangkan e-business membutuhkan pertimbanan matang dari berbagai aspek, mulai dari aspek pemasaran, produksi, dan sebagainya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Transportasi” Pengertian & Fungsi – Manfaat – Ruang Lingkup – Contoh – Prasarana Keuntungan E-Business dan E-Commerce Keuntungan E-Commerce Pelayanan terhadap pelanggan lebih baik. Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan menjadi lebih baik. Pengembalian atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat. Keuntungan Bagi Perusahaan Dapat menjangkau pembeli potensial dalam jumlah besar dalam hitungan global, Biaya iklan lebih murah daripada media iklan TV, koran atau Radio dengan tampilan bisa update terbaru dengan biaya minimal, Dapat memanfaatkan media social untuk komunikasi dengan pemasok, pabrik, penyalur dan pelanggan secara online, Tingkat pemasaran dapat dikembanagkan sesuai dengan keinginan pembeli, Tidak dikenai pajak penjualan. Keuntungan Bagi Konsumen Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hamper setiap lokasi. Electronic commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor. Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat. Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat. Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggi. Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya virtual auction. Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman. Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial. Keuntungan Bagi Masyarakat Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara. Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka. Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik. Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap Keuntungan E-Business Keuntungan E-Business Value apa yang sebenarnya ditawarkan oleh e-business. Menurut Charles R. Rieger dan Marry P. Donato setidaknya ada 5 keuntungan yang ditawarkan oleh e-business yakni Efficiency, Effectiveness, Reach, Structure, dan Opportunity. Efficiency Sebuah riset memperlihaatkan bahwa kurang lebih 40% dari total biaya operasional perusahaan diperuntukkan bagi aktivitas penyeberan informasi ke divisi- divisi terkait. Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi maka terlihat bagaimana perusahaan dapat mengurahi total biaya operasional. Contohnya adalah bagaimana fasilitas email dapat mengurangi biaya komunikasi pengiriman dokumen. Effectiveness Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi, pelanggan dapat berhubungan dengan perusahaan kapan saja, dalam 7 hari seminggu dan 24 jam non stop . Reach Perusahaan mampu memperluas jangkaun dan ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dengan mudahmenembus batas ruang dan waktu dan tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal. Structure Konsep brick-and-morter menjelma menjadi click-and-morter telah mengubah prilaku perusahaan dalam pendekatan bisnis. Opportunity Terbukannya peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan produk-produk atau jasa-jasa baru akibat ditemukannya teknologi baru dari masa kemasa. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Perbedaan E-Bisnis Dengan E- Commerce Tantangan dan Resiko E-Commerce Tantangan E-Commerce Banyaknya pengguna Internet yang tidak sejalan dengan tingkat penjualan e-commerces Saat ini, Indonesia merupakan negara terpadat ke-empat di dunia yang memiliki jumlah pengguna internet yang juga cukup banyak. Namun hal tersebut ternyata tidak berdampak baik terhadap tingkat penjualan e- commerce di Indonesia. Sebab, berdasarkan hasil penelitian, Indonesia berada di peringkat terakhir dari lima Negara di Asia dalam penjualan e- commerce. Pembeli online di Indonesia masih didominasi oleh kalangan profesional Setengah dari seluruh pengguna Internet di Indonesia rata-rata menghabiskan tiga jam atau lebih untuk online setiap hari dan berkisar di waktu jam kantor, trafik pembelanjaan online akan meningkat lagi di waktu sore hari yaitu seusai jam kantor atau pada istirahat makan siang. Ini disebabkan para pembeli lebih suka mengakses internet di kantor ketimbang di rumah, karena masih lambatnya koneksi internet di rumah. Konsumen di Indonesia lebih menyukai berbelanja di Sosial Media dan BBM Netizen di Indonesia cenderung memilih pembelian secara online melalui broadcast BBM, forum dan platform media sosial seperti Facebook, dimana mereka dapat berinteraksi dengan penjual. Dan hanya 20% dari netizens Indonesia mengatakan mereka lebih suka belanja di situs belanja online. Ini berarti bahwa e-commerce seperti eBay, Rakuten dan Sukamart, harus menyesuaikan strategi berbeda mereka di Indonesia Masih terbatasnya layanan pembayaran Di tengah buruknya infrastruktur transportasi di Indonesia, kemacetan dan buruknya sarana transportasi masal ke pusat-pusat perbelanjaan membuat konsumen harus berupaya lebih untuk dapat berbelanja, untuk masalah tersebut, sebetulnya e-commerce dapat menjadi solusi terbaik bagi konsumen di Indonesia. Namun, banyak e-commerce yang mengharuskan pembeli ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang kepada penjual sebelum barang dapat dikirim. Hal ini juga perlu diperhatikan oleh para pelaku e-commerce untuk menyesuaikan cara pembayaran dengan keadaan di Indonesia. Resiko E-Commerce Meskipun eCommerce merupakan sistem yang menguntungkan karena dapat mengurangi biaya transaksi bisnis dan dapat memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan , namun sistem eCommerce ini beserta semua infrastruktur pendukungnya mudah sekali disalah gunakan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab, dan bisa juga terkena kesalahan- kesalahan yang timbul melalui berbagai cara. Dari segi pandangan bisnis, penyalahgunaan sistem yang terjadi, terdiri atas Kehilangan segi finasial secara langsung karena kecurangan Seseorang atau penipu yang berasal dari dalam ataupun dari luar mentransfer sejumlah uang dari rekening yang satu ke rekening yang lainnya atau dia telah menghancurkan/ mengganti semua data finansial yang ada. Pencurian informasi rahasia yang berharga Pada umumnya banyak organisasi maupun lembaga-lembaga yang menyimpan data rahasia yang sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka. Misalnya, kepemilikan teknologi atau informasi pemasaran maupun infosmasi yang berhubungan dengan kepentingan konsumen/client mereka. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak da n dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan layanan Bergantung pada layanan elektronik dapat mengakibatkan gangguan selam periode tertentu yang tidak dapat diperkirakan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non tekni, seperti aliran listrik tiba-tiba padam, atau jenis-jenis gangguan tak terduga lainnya. Penggunaan akses ke sumber oleh pijhak yang tidak berhak Pihak luar mendapatkan akses yang sebenarnya bukan menjadi haknya dan dia gunakan hal itu untuk kepentingan pribadi. Misalnya, seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu, dengan seenaknya sendiri dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke dalam rekeningnya sendiri. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen Kepercayaan konsumen tarhadap sebuah perusahaan/lembaga/institusi tertentu dapat hilang karena berbagai macam faktor, seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut, dan bisa juga berupa kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan oleh perusahaan itu yang mengakinbatkan kepercayaan konsumen berkurang. Kerugian-kerugian yang tidak terduga Gangguan terhadap transaksi bisnis, yang disebabkan oleh gangguan dari luar yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, keslahan faktor manusia, atau kesalahan sistem elektronik, mengakibatkan kerugian transaksi bisnis yang tidak bisa dihindari. Terutama dari segi finansial. Sebagai contohnya, konfirmasi sebuah transaksi tidak diterima dengan baik seperti sebagaimana mestinya. Kehilangan kesempatan bisnis, hilangnya kredibilitas dan reputasi, dan kerugian biaya yang merupakan resiko yang sewaktu-waktu bisa terjadi, namun kita harus siap mengatisipasi atau mencegahnya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap Ruang lingkup dan Faktor E-business Ruang lingkup E-business Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian e-business cara yang kerap dipakai ialah dengan menggunakan prinsip 4W What,Who,Where,Why Dimensi What Banyak orang mempertukarkan istilah e-business dengan e-commerce. Secara prinsip, pengertian e-business jauh lebih luas dibandingkan dengan e-commerce bahkan secara filosofis, e-commerce merupakan bagian dari e-business. Jika e-commerce hanya menfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik, atau digital, e-business memiliki wilayah yang jauh lebih luas. Termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entity perusahaan. Interaksi antara perusahaan dengan pelangganalam nya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya. Pertukaran informasi anta perusahaan dan dengan para pesaing usahanya. Dan lain sebagainya. Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak lansung dengan berjuta-juta bahkan bermiliyaran entiti pelanggan, mitra, pesaing, pemrintah, dsb yang ada di dunia maya karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari e-business. Dimensi Who Siapa saja yang terlibat di dalam e-business? Seperti yang tersirat dalam definisinya, semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis business process merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup e-business. Paling tidak ada tujuh A sampai G klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan e-business, masing- masing agent, business, consumer, device, employee, family, dan government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe e-commerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya end consumers-nya; atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan ekspor dan impor; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti antara PDA dengan handphone; atau B-to- F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang- barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga; dan lain sebagainya. Dimensi Where Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam e-business. Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses access channel. Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam e- business, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang ibu dapat menggunakan telepon atau web-TV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya; di lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan ATM, warnet, atau kios-kios telekomunikasi Wartel untuk melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi e-business. Dimensi Why Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk mengimplementasikan e- business sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep e-business secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat cost cutting, tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya revenue generation secara langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimplementasikan e- business, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis perubahan bisnis inti setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep e-business. Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep jejaring internetworking, sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula terdapat sebuah perusahaan berskala kecil dilihat dari jumlah karyawannya yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan e-business. Secara “tidak terduga”, jaringan internet yang tadinya hanya diperuntukkan bagi lembaga- lembaga penelitian semacam perguruan tinggi ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta manusia dan terus bertambah ke dalam sebuah arena jaringan yang sering dinamakan sebagai dunia maya virtual world tersebut. Faktor Pendorong E-business Perkembangan implementasi konsep e-business sangat dipengaruhi oleh eksternal driving force yaitu Customer Expectations Yang diharapkan konsumen pada saat ini tidak cukup dipuaskan dengan baiknya kualitas sebuah produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya pelayanan pra dan pasca jual yang baik. Spektrum pelayanan yang dimaksud antara lain pemesanan dapat dilakukan kapanpun, dimanapun, dan pembayaran pembelian produk dengan metode yang beragam misalnya kartu kredit, kartu debit, maupun layanan transfer, dan adanya fasilitas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga kompetitif, dan lain-lain. Competitive Imperatives Globalisasi telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang sangat ketat. Pelanggan akan mudah membandingkan kualitas produk dan pelayanan antar perusahaan, hal ini memaksa perusahaan mengembangkan strategi yang tepat. Deregulation Secara makro deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun negara-negara lain seperti APEC, AFTA, WTO telah turut mewarnai bentuk dunia usaha dimasa datang terutama dengan konsep perdagangan bebas antar negara dan industry. Internet disini dianggap sebagai sebuah arena dimana konsep kompetisi sempurna dan pasar terbuka telah terjadi terutama produk-produk dan jasa-jasa yang dapat digitalisaasi. Technology E-business adalah kemajuan teknologi informasi yang didominasi oleh percepatan teknologi komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya krititkal bagi perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari dimungkinkannya model-model bisnis baru. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli Contoh E-Business dan E-Commerce Beberapa contoh e-business saat ini yaitu koran atau media cetak yang ada berbasis online-nya, jadi tidak hanya media cetaknya saja. Banyak sekali media cetak yang menjalankan bisnisnya tidak hanya melalui media cetak saja tapi juga melalui media online di internet dan tentunya banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan misalnya seperti berita yang bisa diakses kapan saja oleh seluruh masyarakat dan berita yang lebih update dll. Lalu contoh lainnya saat ini banyak sekali toko-toko fashion yang tidak hanya menjalankan bisnisnya di dunia nyata tapi mereka juga menjalankan bisnisnya dengan cara online. Untuk lebih jelasnya mengenai e-commerce, maka berikut ini adalah beberapa contoh dari e-commerce yang cukup populer Ebay Alibaba Tokopedia Lazada Zalora Shope OLX Dengan banyaknya deretan situs website ternama yang basis e-commerce ini tentunya manfaat online shop bagi penjual dan pembeli sangatlah dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat. Hal ini pastinya membawa dampak positif dalam perkembangan ekonomi juga. DAFTAR PUSTAKA konsumen/ masyarakat/ Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Tulisan ini membahas pengertian humas online, kehumasan daring, atau humas digital, online public relation PR, digital PT, e-PR, Cyber PR, internet-PR untuk membangun reputasi, citra, popularitas, dan kedekatan dengan konsumen, klien, audiens, atau publik. Kita mulai ulasan pengertian humas online ini dari berita SHARP meraih penghargaan “Indonesia Top Digital PR Award 2019” Swa. Dengan parameter penilaian digital media aspect, social engagement aspect, dan digital mention aspect, sebanyak 21 merek brand dinilai sukses melakukan digital PR. Brand-brand tersebut dinilai mampu memanfaatkan secara maksimal peran Digital PR dalam membangun reputasi, engagement, dan kepercayaan konsumen. Salah satu peraih Indonesia TOP Digital PR Award 2019 adalah PT SHARP Electronics Indonesia untuk katagori TV karena LED TV banyak diperbincangkan di mesin pencari, sosial media, hingga portal berita. Melalui interaksi yang dikemas menarik dan responsif di media sosial, SHARP Indonesia membangun kedekatan sebagai merek elektronik andalan dengan konsumen. SHARP Indonesia juga mengajak para karyawan agar lebih aktif dalam menyebarkan informasi mengenai SHARP dalam sosial media masing-masing serta berusaha mengontrol interaksi. Dari media sosial, website, hingga, aplikasi SHARP ID juga terus kami tawarkan untuk memudahkan konsumen dalam menjangkau produk SHARP. Yang dilakukan SHARP adalah contoh humas online, dalam hal ini internet marketing pemasaran internet karena SHARP merupakan lembaga bisnis. Humas online dan pemasaran online menjangkau audiens sangat luas, internasional, dengan biaya relatif murah tanpa harus membayar biaya iklan karena memiliki media publikasi sendiri –website dan media sosial. Humas online adalah kegiatan kehumasan dan pemasaran melalui melalui media internet. Dalam humas online, membangun merek brand dan memelihara kepercayaan trust, pemahaman, citra perusahaan/organisasi kepada public/khalayak dan dapat dilakukan secara one to one communication bersifat interaktif. Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, 2006. Cyber Public Relations Cyber PR antara lain mengikuti publikasi mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan kita, publikasi artikel, press release, atau e-newsletter melalui website dan akun resmi media sosial instansi/perusahaan. Target utama humas online adalah reputasi online e-reputations, brand awarness, dan trust. “Topik tahun ini adalah e-reputasi manajemen reputasi orang dan organisasi secara online” Christophe Ginisty, Juni 2010. PR online melibatkan pengelolaan produksi artikel dan siaran pers serta mendistribusikannya secara online. Menurut hasil Survei Perencanaan PR 2010, PR akan fokus pada media sosial, multimedia, dan optimisasi mesin pencari SEO Praktisi Humas dewasa ini dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK, lebih dari sekadar pandai menulis writing skills –sebagai “keterampilan tradisional” humas — dan lincah berbicara speaking skills. Kemunculan konsep baru kehumasan, seperti Corporate Blogging, Corporate Journalism, dan Social Media Strategy membuat praktisi humas harus familiar dengan teknik komunikasi melalui media baru new media. Kehadiran media online menjadikan tugas humas dengan tugas pemasaran marketing dan tugas layanan pelanggan customer service menjadi “berbaur”. Bisa dikatakan, tidak ada sekat antara Humas, Pemasaran, dan CS. Semua menjadi satu. Karenanya, di lembaga apa pun Anda menjadi Humas PR, instansi pemerintah ataupun perusahaan, organisasi swasta ataupun yayasan, tugas Humas Online melakukan semua fungsi humas, pemasaran, dan CS. Menurut Shel Holtz 19993, kebanyakan aktivitas humas di internet masih terbatas pada penggunaan media satu arah, dari atas ke bawah untuk penerbitan informasi masih menggunakan formula komunikasi massa yang tradisional. Banyak lembaga atau perusahaan yang belum mengadopsi internet sebagai media PR atau perusahaan. Banyak praktisi PR berbicara atas nama perusahaan telah mempertimbangkan penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR. Mereka tidak punya pilihan lain dan menjadikan Internet menjadi bagian dari budaya perusahaan. Melalui internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit, konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Teknologi internet telah mengubah pola komunikasi PR sebelumnya yang masih konvensional seperti komunikasi dari atas ke bawah, bawah ke atas, horisontal, atau pola komunikasi massa yang dilakukan. Semua itu telah mereka tinggalkan dengan pola yang lebih aktual setelah lahirnya internet. Kelebihan Humas Online Keuntungan Humas dalam menggunakan internet antara lain Informasi cepat sampai pada publik; Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi, dan promosi; Siapa pun dapat mengakses internet; Tidak terbatas oleh ruang dan waktu; Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung. Shel Holtz 1999 dalam buku Public Relations on the Net mengemukakan beberapa keuntungan penggunaan internet bagi humas, yakni Informasi cepat sampai kepada publik Internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi. Siapa pun dapat mengakses internet Tidak terbatas oleh ruang dan waktu Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung. Holtz juga mengemukakan beberapa pendekatan strategi Humas Pertemuan antar pihak manajemen yang telah dibreafing oleh PR dengan perwakilan dari kantor pajak; Mengadakan open house untuk menginformasikan program-porgam perusahaan yang telah mempekerjakan karyawan lokal komunitas terdekat yang memiliki keahlian memadai; Mengirim press release tentang investasi perusahaan sebagai informasi komunitas lokal dan dampknya terhadap sosial ekonomi mereka; Membuat website situs web perusahaan membentuk citra positif di mata publiknya; Berpartispasi dalam kelompok diskusi tertentu dan membicarakan perkembangan dan situasi negara. Matt Haig 2000 menyatakan, internet sangat membantu kegiatan e-PR Komunikasi yang konstan constant communication. Internet tidak pernah tidur, kita bisa melakukan komunikasi selama 24 jam sehari, 7 hari per minggu, 365 hari per tahun. Respons instan instant response. Kita bisa memberikan respons secara cepat untuk menangani isu yang tersebar melalui internet. Khalayak global global audience sehingga bisa mendapatkan respons langsung dari khalayak kita. Komunikasi dua arah terjadi antara organisasi dan publik yang merupakan tujuan dari komunikasi public relations. Efektivitas biaya. Dengan menggunakan media online pekerjaan menjadi lebih hemat biaya. Karakteristik Humas Online Karakteristik utama Humas Online tentu saja adalah tugas pokok dan fungsi kehumasan itu dilakukan secara online melalui media internet, seperti menggunakan email, e-newsletter, blog, situs web instansi/perusahaan, dan media sosial/jejaring sosial. Sebagaimana jenis komunikasi online pada umumnya, humas online memiliki karakteristik dan manfaat antara lain sebagai berikut 1. Real Time & All Time. Bisa dilakukan saat ini juga dan sepanjang waktu 24 jam. 2. Interaktif. Terjadi proses komunikasi dua arah. Publik atau klien bisa memberikan feedback secara langsung dan cepat. 3. Multimedia. Informasi yang disampaikan bisa berupa tulisan script, gambar grafis, suara audio, audio‐visual film, video, dan link tautan. Peran Baru Humas Media sosial influencer memahami lanscape dan dinamika Analis / pakar pasar dengar apa yang dikatakan orang Pemasar Web belajar berpikir tentang pemasaran web terintegrasi Perwakilan layanan pelanggan menjadi bagian dari layanan pelanggan Pemasar Hubungan membina dan menumbuhkan hubungan di masyarakat Pemasar viral pelajari sifat komunikasi viral Pendengar dengarkan untuk menjadi pembicara. Cyber PR Tools – Perangkat Humas Online Perangkat humas online, sebagaimana dikemukakan The PR Doc, antara lain Website Online Press Release Article Marketing Online Newsletter Blog Other Social Media Google Alert for Media Monitoring Google Analytics untuk mengenal audiens. Keahlian Humas Online Cyber PR Skills Praktisi humas bisa memulai kemahirannya di bidang media online dan media sosial dengan cara 1. Blogging. Membuat blog pribadi untuk melatih keterampilan menulis di media online, juga mengakrabi bahasa pemrograman seperti CSS, HTML, Javascript, dan php. Untuk itu, buatlah blog di Blogger. Dengan blogging, praktisi humas juga akan terbiasa menulis dengan gaya media online online style writing, membangun jaringan dan komunitas, berinteraksi dengan pembaca, dan belajar memahami dan menerapkan SEO dan Internet Marketing. 2. Netizen. Jadilah user internet yang aktif. Share dan publikasi info aktual, aktif di forum-forum, minimal aktif di Facebook dan Twitter untuk membiasakan diri bergaul dengan komunitas online atau masyarakat dunia maya. Praktisi Humas Online dituntut memiliki sejumlah pengetahuan dan keterampilan terkait media online dan media sosial. Konsultan humas digital, Arik Hanson, dalam “10 skill the PR Pro of 2022 MUTS have” menyebutkan 10 jenis keterampilan yang harus dimiliki humas modern Advertising copywriting Video editing/production Mobile Social content creation/curation Analytics SEO Speed to information Programming skills Managing virtual teams Blogger outreach Laman Braa The Enterprises juga menyebutkan 10 keahlian humas profesional di era media online Knowledge of the AP Stylebook Being able to blog Keeping up with the times and information while remaining educated on emergent trends and issues Able to Shoot and Edit Video Being Bilingual Knowledge of Advertising SEO Expertise Create and curate content on social media Programming skills Writing Skills Ruang Lingkup Humas Online Online PR Skills Geografi Media Sosial Online PR Tool 1 Blogging Online PR Tool 2 Social Media Management Online PR Tool 3 Online Media Monitoring Google Alert, Trends, Analytic Online PR Tool 4 RSS Feedburner, E-Newsletter, e-zine Search Engine Optimization SEO Corporate Blogging Corporate Journalism Web Content Management Online Writing & Advertisement Website sebagai Pusat Kegiatan Humas Online Situs web website resmi lembaga merupakan pusat kegiatan humas online, khususnya dalam penyebaran informasi termasuk press release. Penyebaran konten web dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta didukung blog pribadi praktisi humas dan pegawai instansi atau karyawan. Penulisan berita atau aritikel di website resmi lembaga hendaknya mengikuti standar penulisan website atau gaya penulisan online online writing style. Gaya penulisan untuk web agak berbeda dibanding gaya penulisan press release. Praktisi humas online harus mengetahui trik penulisan di web, misalnya menempatkan poin utama di paragraf awal, menulis secara singkat, memberikan heading tags, daftar list, alinea pendek, dan jarak antar-alinea untuk memudahkan pembaca. Gaya penulisan dalam website, menurut Prayudi 2007, seharusnya memperhatikan beberapa pendekatan sebagai berikut Membuat ringkasan, yakni menempatkan poin utama di paragraf pertama dan menggunakan konsep piramida terbalik. Tulislah secara singkat, lebih baik gunakan daftar daripada paragraf Menulis untuk di-scan, sebab sebagian besar pengguna web lebih memilih men-scan halaman untuk mendapatkan info yang dibutuhkan daripada membacanya kata demi kata. Bimbing pembaca dengan memberikan tanda khusus seperti heading, daftar,dan penekanan tipografis atau tata huruf. Kegiatan Humas Online di Media Sosial Media sosial menjadi media kedua setelah website untuk kegiatan humas online. Untuk humas instansi pemerintah, ada Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah. Berikut ini kutipan lengakapnya. Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah Latar Belakang Salah satu tugas humas pemerintah adalah menyebarluaskan informasi dan kebijakan pemerintah sesuai dengan institusi/lembaga masing-masing kepada publik, menampung dan mengolah aspirasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik guna menjaga citra dan reputasi pemerintah. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya kreatif dan persuasif dalam pelaksanaan misi tersebut. Humas pemerintah harus mengomunikasikan kebijakan, rencana kerja, dan capaian kinerja kepada masyarakat luas, melalui media tradisional, media konvensional, dan media baru. Komunikasi yang menggunakan media baru atau teknologi internet dapat menjangkau langsung dan cepat kepada semua pihak. Populasi pengguna internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Indonesia dan program pemerintah yang memperkenalkan sarana internet hingga ke pelosok Indonesia. Pertumbuhan pengguna internet semakin berlipat ganda, seiring dengan pertumbuhan penjualan telepon seluler pintar smart phone yang dapat mengakses internet bergerak mobile sehingga khalayak dapat mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Situs website yang paling banyak dikunjungi pengguna internet di Indonesia adalah situs-situs media sosial, seperti dan Pengguna internet di Indonesia sebagian besar menggunakan media sosial dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan internet. Selain itu, masyarakat juga banyak mengunjungi portal berita. Penggunaan media sosial telah membentuk dan mendukung cara baru dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Media sosial menawarkan cara yang lebih cepat dan tepat untuk berpartisipasi dalam pertukaran informasi melalui daring dalam jaringan/online. Dengan melihat efektivitas media sosial dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan masyarakat, hubungan masyarakat pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk meraih perhatian dan dukungan khalayak luas serta tidak lagi semata-mata bertahan dengan cara-cara komunikasi yang konvensional. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, humas pemerintah menggunakan berbagai bentuk media komunikasi berbasis internet, seperti situs, portal berita, blog, dan media sosial. Bahkan, media sosial telah menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan, baik oleh perseorangan maupun organisasi/lembaga. Media sosial bersifat dua arah dan terbuka, yang memungkinkan para penggunanya dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Media sosial berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan aplikasi berbasis internet, yang dibangun atas dasar ideologi dan teknologi internet yang bersifat dua arah Web yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran isi antarpengguna. Komunikasi melalui media sosial dapat dilakukan antarindividu, individu dan institusi, institusi dan individu, serta antarlembaga. Media sosial menghubungkan dan mempersatukan khalayak yang memiliki minat dan kepentingan yang sama, tanpa dibatasi faktor geografi, profesi, usia, dan sekat-sekat lainnya. Media sosial hadir sebagai alat komunikasi dua arah yang efektif dan intensif. Kehadiran media sosial telah menambah sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi, bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika. Penggunaan dan pemanfaatan media sosial merupakan salah satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah serta berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pengguna media sosial pada akhirnya membangun sebuah komunitas sehingga terjalin komunikasi yang intensif. Proses komunikasi karena ketertarikan yang sama terhadap suatu hal akan cepat membangun opini publik yang berdampak pada citra dan reputasi pemerintah. Oleh karena itu, pada masa sekarang dan akan datang, praktisi humas pemerintah perlu memperhatikan peran media sosial serta terlibat secara aktif di dalamnya. Pada saat ini hampir seluruh lembaga pemerintah telah menggunakan satu atau lebih media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi kehumasan. Media sosial terbukti mampu melibatkan khalayak secara aktif dan menjaring masukan dari berbagai kalangan sehingga menciptakan kearifan orang banyak wisdom of the crowd. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik dan bijak, penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi kehumasan dapat membawa dampak negatif. Berbagai masukan dan komentar, baik positif maupun negatif, bisa masuk tanpa dapat dikendalikan sehingga mempengaruhi citra lembaga. Banyak di antara akun-akun yang mengatasnamakan instansi pemerintah sebenarnya bukan akun resmi lembaga yang bersangkutan, melainkan akun individu pegawai atau pihak yang berafiliasi dengan lembaga tersebut. Apabila penggunaan media sosial yang mengatasnamakan instansi tidak disertai aturan dan pengendalian yang tegas dan mengikat serta pengelolaan yang profesional, dapat mengakibatkan ketidakjelasan pesan dan kebingungan khalayak sehingga berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan, pada khususnya, dan pemerintah pada umumnya. Sebaliknya, apabila penggunaan media sosial diawali dengan pengertian dan pemahaman yang lengkap, pengaturan yang tepat, serta pengelolaan yang baik akan diperoleh manfaat dari penggunaan media sosial di instansi pemerintah. Untuk menunjang hal-hal tersebut di atas, perlu disusun Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah sebagai acuan dalam menjalankan mekanisme pengelolaan media sosial serta menjadi acuan bagi pembuatan petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis pengelolaan media sosial di instansi pemerintah. Pemanfaatan media sosial ini sejalan dengan ketentuan dalam reformasi birokrasi, antara lain pemanfaatan teknologi informasi e- Government, strategi komunikasi, manajemen perubahan change management, manajemen pengetahuan knowledge management, dan penataan tata laksana business process. Asas Asas media sosial meliputi faktual, yaitu informasi yang disampaikan melalui media sosial berlandaskan pada data dan fakta yang jelas dengan mempertimbangkan kepentingan umum; disampaikan melalui media sosial sehingga dapat diakses dengan mudah dan diketahui oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja dalam menyampaikan pesan secara benar, jujur, dan apa adanya; keikutsertaan participation dan keterlibatan engagement, yakni penyampaian informasi melalui media sosial yang diarahkan untuk mendorong keikutsertaan dan keterlibatan khalayak dengan cara memberikan komentar, tanggapan, dan masukan kepada instansi pemerintah; a interaktif, yakni komunikasi instansi pemerintah yang dilakukan melalui media sosial bersifat dua arah; b harmonis, yaitu komunikasi instansi pemerintah melalui media sosial yang diarahkan untuk menciptakan hubungan sinergis yang saling menghargai, mendukung, dan menguntungkan di antara berbagai pihak yang terkait; c etis, yaitu pelaksanaan komunikasi instansi pemerintah melalui media sosial yang menerapkan perilaku sopan, sesuai dengan etika dan kode etik yang ditetapkan, serta tidak merugikan orang lain dan menimbulkan konflik; d kesetaraan, yaitu terbina hubungan kerja yang baik dan setara antara instansi pemerintah dan pemangku kepentingan; e profesional, yaitu pengelolaan media sosial yang mengutamakan keahlian berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan konsistensi; f akuntabel, yaitu pemanfaatan media sosial yang dapat dipertanggungjawabkan. Dasar-Dasar Media Sosial Dalam membangun hubungan yang baik antara instansi pemerintah, khususnya yang melaksanakan tugas kehumasan pemerintah dan masyarakat, perlu diwujudkan sinergi dan harmonisasi yang saling membutuhkan dan menguntungkan serta berkelanjutan. Data, informasi, dan fakta yang disampaikan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Media sosial harus dapat mengakomodasikan kepentingan masing- masing instansi pemerintah dan masyarakat. Instansi pemerintah, dalam hal ini unit kerja humas pemerintah, harus dapat menyediakan dan menyampaikan informasi secara akurat, efisien, efektif, dan terjangkau sehingga komunikasi instansi pemerintah dengan pemangku kepentingan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Manfaat media sosial, antara lain, adalah menyebarluaskan informasi pemerintah agar menjangkau masyarakat; membangun peran aparatur negara dan masyarakat melalui media sosial; menyosialisasikan strategi dan tujuan pembangunan di masa depan; membangun interaksi antara pemerintah dan masyarakat; meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah; menggali aspirasi, opini, dan masukan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah. Kategori manfaat yang dapat diperoleh pemerintah dalam menggunakan media sosial meliputi efisiensi, yaitu dengan sumber daya yang relatif lebih sedikit dapat menjangkau masyarakat dengan cepat; kemudahan layanan dan kenyamanan pengguna, yaitu mampu memberikan layanan masyarakat secara daring e-Public Service yang dapat diakses 24 jam 7 hari seminggu dari seluruh dunia; keterlibatan masyarakat, yaitu partisipasi masyarakat yang lebih besar dalam proses demokrasi pemerintah e-Democracy. Prinsip Media Sosial Humas Pemerintah Media sosial humas pemerintah berprinsip sebagai berikut kredibel, yakni menjaga krediblitas sehingga informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan keterwakilan; integritas, yakni menunjukkan sikap jujur dan menjaga etika; profesional, yakni memiliki pendidikan, keahlian, dan keterampilan di bidangnya; responsif, yakni menanggapi masukan dengan cepat dan tepat; terintegrasi, yakni menyelaraskan penggunaan media sosial dengan media komunikasi lainnya, baik yang berbasis internet on-line maupun yang tidak berbasis internet off-line; keterwakilan, yakni pesan yang disampaikan mewakili kepentingan instansi pemerintah, bukan kepentingan pribadi. Etika Media Sosial Praktisi humas pemerintah perlu menegakkan etika media sosial, yakni menjunjung tinggi kehormatan instansi pemerintah; memiliki keahlian, kompetensi, objektivitas, kejujuran, dan integritas; menjaga rahasia negara dan melaksanakan sumpah jabatan; menegakkan etika yang berlaku agar tercipta citra dan reputasi instansi pemerintah; menghormati kode etik pegawai negeri; menyampaikan dan menerima informasi publik yang benar, tepat, dan akurat; menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta nama baik instansi dan perorangan; melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Khalayak Audiens Berdasarkan demografi, khalayak media sosial dibedakan atas warga asli digital digital native dan migran digital digital migrant. Segmentasi teknografis sosial terdiri dari tujuh kelompok creators, yakni khalayak yang memiliki sejumlah media sosial dan aktif mengisi dan memperbaharui up-date; khalayak ini menulis blog, mengunggah up-load musik, video, audio, foto, artikel, yang disebar share atau di-retweet oleh para pengikutnya. Pada umumnya, khalayak ini memiliki banyak teman friend, penggemar fans, dan pengikut follower, serta menyimak dan mengikuti pesan-pesan mereka; conversationalists, yakni khalayak yang aktif membangun percakapan dengan memperbaharui status up-date status atau tweet-nya paling sedikit seminggu sekali. Alat tools yang paling banyak digunakan adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Multiply, dan Google+, serta microblogging seperti Twitter dan Plurk; critics, yakni khalayak yang lebih banyak menanggapi isi yang dibuat orang lain daripada mengunggah gagasan atau karyanya sendiri; khalayak ini gemar membuat ulasan, menulis komentar dalam blog dan media sosial, aktif berdiskusi di forum sosial, serta menyunting artikel di wiki; collectors; khalayak yang gemar mengikuti berbagai media sosial, mengunduh isinya dan menyimpannya dengan teratur; khalayak ini proaktif melanggan dan menggali informasi dari berbagai situs yang dianggap penting dengan menggunakan fasilitas Really Simple Syndication RSS feeds, tags, dan sebagainya; khalayak ini juga kerap menjadi sumber rujukan orang-orang di sekitarnya karena memiliki banyak informasi yang berguna; joiners, yakni khalayak yang gemar bergabung di berbagai media jejaring sosial, seperti Facebook dan MySpace, tetapi tidak terlalu aktif menyampaikan status, gagasan, atau aspirasinya; spectators khalayak yang gemar membaca blog dan berbagai media sosial, menonton video di YouTube, mengunduh down-load musik dari internet, mengikuti diskusi di berbagai forum media sosial, dan mengulas isinya, tetapi cenderung tidak memberikan komentar, penilaian rating, atau me-retweet dan berbagi informasi atau pesan yang diterimanya; inactive, yakni khalayak yang tidak memiliki atau mengikuti media sosial apa pun; kelompok ini pada umumnya berusia lanjut lebih dari 50 tahun dan cenderung mendapatkan informasi di internet melalui milis mailing-list. Beberapa tujuan instansi dalam pemanfaatan media sosial adalah menyimak listening, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk memahami dan menyerap aspirasi kebutuhan khalayak; berbicara talking, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan pesan dan informasi;. menyemangati energizing, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk membangun semangat dan keterlibatan serta mendorong khalayak menyebarluaskan pesan melalui percakapan dari mulut ke mulut word-of-mouth dan komunikasi viral melalui internet; mendukung supporting, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk membantu khalayak agar saling mendukung sehingga tercipta dukungan yang lebih besar; merangkul embracing, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk melibatkan khalayak ke dalam kegiatan instansi, termasuk dalam memberikan masukan, saran, gagasan, dan/atau tindakan nyata. Kegiatan Media Sosial Kegiatan media sosial merupakan bagian terpadu dari kegiatan komunikasi instansi pemerintah secara menyeluruh. Oleh karena itu, kegiatan tersebut harus diselaraskan dengan kebijakan umum pemerintah. Kebijakan instansi pemerintah yang memiliki akun media sosial tersebut harus tercermin dalam isi media sosial. Untuk mengelola hubungan masyarakat dengan memanfaatkan media sosial digunakan akun resmi masing-masing instansi pemerintah dengan penanggung jawab administrator pimpinan dari instansi yang bersangkutan untuk dan atas nama pemimpin instansi. Penanggung jawab berhak sepenuhnya untuk mengunggah informasi yang berkaitan dengan instansi serta menanggapi atau menjawab komentar, pendapat, masukan, dan saran khalayak. Dalam pelaksanaan sehari-hari dapat ditunjuk petugas yang khusus mengelola media sosial instansi yang bersangkutan. Pemantauan dan Evaluasi Media Sosial Pemantauan media sosial dikenal juga dengan istilah penyimakan sosial social listening. Kegiatan ini merupakan proses identifikasi dan penilaian mengenai persepsi khalayak terhadap instansi dengan menyimak semua percakapan khalayak di berbagai media sosial. Pemantauan dilakukan untuk mengukur dan menganalisis kecenderungan persepsi, opini, dan sikap khalayak terhadap instansi. Pengukuran dan analisis tersebut dilakukan terus-menerus dan sewaktu real time sehingga instansi pemerintah mampu memantau pergerakan naik atau turunnya kecenderungan persepsi, opini, dan sikap khalayak terhadap instansi. Untuk mengukur tingkat kembalian investasi return on investment di media sosial, digunakan lima kategori pengukuran sebagai berikut 1. Jangkauan Untuk mengukur seberapa jauh jangkauan pesan mencapai khalayaknya, digunakan tolok ukur, antara lain jumlah tautan link yang merujuk pesan yang disampaikan, jumlah tweet dan retweet tentang pesan yang dimuat, jumlah orang yang membicarakan pesan, dan jumlah hubungan baru yang terbentuk sebagai akibat isi yang bernilai valuable content. 2. Frekuensi dan Lalu-Lintas Percakapan Untuk mengukur frekuensi kuantitas percakapan digunakan sejumlah tolok ukur, seperti jumlah kunjungan, jumlah pengunjung, jumlah kunjungan kembali, jumlah halaman yang dibaca page view, dan lama berkunjung ke suatu situs, sedangkan untuk mengukur lalu-lintas percakapan hanya digunakan jumlah kunjungan kembali, jumlah halaman yang dibaca, dan lama berkunjung ke suatu situs. 3. Pengaruh Unsur yang perlu diperhatikan untuk mengukur pengaruh dampak media sosial adalah kekerapan diskusi mengenai isi atau pesan tertentu yang disampaikan, komentar, dan efek penyebarluasan informasi komunikasi viral; misalnya, melalui re-tweet, sharing, dan tagging. 4. Percakapan dan Keberhasilan Jumlah pesan yang di-click khalayak, jumlah pesan yang diunduh khalayak, dan jumlah pesan yang diadopsi atau program yang kemudian diterima dan didukung khalayak merupakan unsur yang perlu diperhitungkan dalam percakapan dan menentukan keberhasilan pemanfaatan media sosial. 5. Keberlanjutan Tolok ukur keberlanjutan komunitas adalah loyalitas sekadar klien atau hingga menjadi duta/ambassador, jumlah kunjungan kembali ke situs, dan tingkat keterlibatan engagement khalayak. Selain lima ukuran di atas, ada sejumlah alat analisis untuk mengukur berbagai hal di media sosial, baik yang dapat diunduh secara cuma-cuma atau pun yang berbayar, diantaranya bagan Alat Analisis Tracking Analysis. Pemantauan media sosial juga dilakukan dengan mengamati jumlah lalu-lintas percakapan traffic, pengunjung unique visitor, jumlah halaman yang disimak pengunjung page view, komentar yang masuk ke media sosial yang digunakan, sifat komentar positif, netral, dan negatif, serta komunikasi viral yang terjadi akibat penyampaian pesan melalui media sosial tersebut. Evaluasi terhadap kinerja media sosial meliputi aspek luas jangkauan yang tercipta, intensitas, kedalaman isi diskusi, dan masukan yang diperoleh. Evaluasi tersebut meliputi masukan input, keluaran output, hasil outcome, dan manfaat benefit. Sumber Permenpan No. 83 tahun 2012 Demikian pengertian dan ruang linkup humas online, e-PR, atau Cyber PR serta tugas pokok dan fungsi tupoksi yang dapat menjadi acuan bagi peningkatan kualitas SDM kehumasan dan “perubahan kurikulum” jurusan atau program studi prodi humas di perguruan tinggi. Wasalam. Dapatkan Panduan Lengkap dan Detail seputar Humas Online di Buku Humas Online Panduan Praktis Cyber PR. Harga Order Penerbit Lekkas. Tlp/WA +62 821-1840-2369 Video Dasar-Dasar Humas Online Referensi Jurnalistik Online Panduan Mengelola Media Online, Asep Syamsul M. Romli, Nuansa, Bandung, 2012. Online Public Relations, David Phillips, Kogan Page Publishers, 2001. Public Relations and the Social Web How to Use Social Media and Web in Communications, Robert Brown, 2009. Haig, M. 2000. e-PR essential guide to pr on the internet the essential guide to public relations on the internet the essential guide to online business communications. USA Kogan Page. Holtz, S. 2002. PR on the net Winning strategies to inform and influence the media, the investment community, the government, the public, and more! 2nd Ed. USA Amacom. 20 2. Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum Manajemen Kurikulum adalah suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komperhensif, dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Ruang lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum Rusman 2011 Menurut Oemar Hamalik 2006 Perencanaan kurikulum adalah perencanaan kesempatan- kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membina siswa ke arah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai sampai dimana perubahan-perubahan telah terjadi pada diri siswa. Jadi menurut penulis perencanaan kurikulum adalah susunan kesempatan belajar yang dirancang oleh pihak sekolah dengan tujuan membina siswa kearah perubahan tingkah laku dan melalui perencanaan itu juga guru dapat menilai sampai dimana perubahan yang terjadi pada diri siswa berdasarkan standar yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam peraturan Mentri No 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dijelaskan bahwa perencanaan pembelajaran meliputi silabus dan rencana 21 pelaksanaan pembelajaran yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi SK, kompetensi dasar KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Silabus merupakan garis-garis haluan secara umum yang digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan RPP. RPP merupakan program pelaksanaan pembelajaran secara periodik, bisa untuk sekali pertemuan bahkan lebih tergantung pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Sedangkan PPI merupakan program yang dibuat oleh guru diperuntukkan bagi siswa yang memiliki hambatan atau permasalahan dalam suatu hal yang bersifat individual. Identitas mata pelajaran meliputi satuan pendidikan, kelas, semesterprogram keahlian, mata pelajaran atau tema pembelajaran, jumlah pertemuan. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal perserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan dapat dicapai setiap kelas dan atau semester pada suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata 22 pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusun indikator kompetensi dalam suatu pembelajaran. Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur danatau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir- butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. 23 Jadi menurut penulis perencanaan kurikulum, merupakan penyusunan tahapan-tahapan pembelajaran oleh pendidik dalam rangka membingkai proses pembelajaran yang akan dialami oleh siswa. Diharapkan melalui rancangan pembelajaran akan berdampak pada perubahan mencakup aspek afektif dan kognitif anak ke arah yang lebih baik. Rusman 2011 menyatakan bahwa organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Organisasi kurikulum sangat terkait dengan bahan pelajaran dan sumber bahan pembelajaran. Sumber belajar dari kurikulum adalah nilai budaya, nilai sosial, aspek siswa dan masyarakat serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa faktor yang diperhatikan dalam organisasi kurikulum yaitu berkaitan dengan ruang lingkup scope, urutan bahan sequence, kontinuitas, keseimbangan dan kerterpaduan integrated. Hamalik 2012 berpendapat bahwa organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk, yang masing- masing memiliki ciri-cirinnya sendiri 24 1. Mata pelajaran yang terpisah-pisah isolated subjects. Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah, seperti Sejarah, Ilmu pasti, Bahasa Indonesia. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. Masing- masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat kebutuhan dan kemampuan siswa. Semua materi diberikan semua. 2. Mata pelajaran berkorelasi correlated. Kolerasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkolerasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu. 3. Bidang studi broad field. Organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan difungsikan dalam satu bidang pengajaran. 4. Program yang berpusat pada anak child centered, yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata pelajaran. 25 5. Inti masalah yaitu suatu program yang berupa unit- unit masalah, dimana masalah-masalah yang diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan- kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. 6. Ecletic program yaitu suatu program yang mencari kesinambungan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik. Melalui pengertian di atas penulis merumuskan bahwa organisasi kurikulum merupakan rangkaian desain bahan pembelajaran yang diatur oleh pihak sekolah dalam rangka mempermudah siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Pelaksanaan kurikulum adalah suatu proses penerapan ide, konsep dan kebijakan kurikulum kurikulum potensial dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Mulyasa 2008 pelaksanaan kurikulum terbagi menjadi dua yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan tingkat kelas. Tingkat sekolah yang berperan adalah kepada sekolah dan tingkatan kelas yang berperan adalah guru Suryosubroto 2004. 26 Dalam pelaksanaan semua konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata. Perwujudan ini semua terletak pada kemampuan guru sebagai sarana dan keberhasilan penerapan kurikulum. Implementasi kurikulum seharusnya menempatkan pengembangan kreativitas siswa lebih dari penguasaan materi. Dalam kaitan ini siswa diposisikan sebagai subjek dalam proses pembelajaran. Mengimplementasikan kurikulum yang sesuai dengan rancangan, dibutuhkan kesiapan yang matang dari pelaksana, sebab sebagus apapun desain kurikulum yang dimiliki keberhasilan penerapannya tergantung pada kopetensi guru. Melalui Permen No 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, pelaksanaan proses pembelajaran terbagi atas persiaratan pelaksanaan proses pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Yang termasuk persiaratan pelaksanaan proses pembelajaran yaitu jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar, beban kerja minimal guru, buku teks pelajaran, pengelolaan kelas. Pelaksanaan pembelajaran merupakan implimentasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran 27 meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran terdiri atas tiga tahapan yaitu a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan pendahuluan guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumya dengan materi yang dipelajari, menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang dicapai. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian untuk kegiatan sesuai silabus. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan 28 secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi Melalui penjelasan pelaksanaan kurikulum, penulis menyimpulkan bahwa dalam proses pelaksanaan kurikulum kepala sekolah dan guru memegang peranan penting namun merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Kepala sekolah berperan pada pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan guru lebih spesifik pada tingkat kelas. Namun untuk menyukseskan proses pelaksanaan kurikulum tingkat kelas guru harus mempunyai kompetensi untuk menjalankan kurikulum yang telah dirancang sebelumnya agar tidak keluar dari apa yang telah ditetapkan. Selain itu pada saat pelaksanaan kurikulum guru mampu memposisikan siswa sebagai 29 subjek pembelajaran. Sehingga, dari pelaksanaan kurikulum siswa dapat berkembang dan menjawab tujuan pendidikan yang ditetapkan. Evaluasi kurikulum merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan dan penilaian tentang kurikulum yang meliputi kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai rencana tertulis, kurikulum sebagai proses dan kurikulum sebagai hasil. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran. Menurut Permen No 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, bahwa evaluasi kurikulum terbagi atas evaluasi proses pembelajaran secara keseluruhan mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi terhadap proses pembelajaran yaitu dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Dan yang ketiga, evaluasi proses pembelajaran memusatkan 30 pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Dari pengertian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa tahap evaluasi kurikum merupakan bagian penting dari proses pelaksanaan kurikulum. Dengan adanya proses evaluasi guru dapat mengetahui sejauh mana perkembangan siswa dengan proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Dan sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah. Isi dari kurikulum menurut Alexander 1966 dalam Rusman 2011 berisikan fakta-fakta, presepsi, ketajaman, desain, dan solusi yang tergambarkan dari apa yang dipikirkan. Secara keseluruhan semua itu diperoleh dari pengalaman dan semua itu merupakan komponen yang menyusun pikiran yang menyusun kembali hasil pengalaman tersebut ke dalam adat dan pengetahuan, ide, konsep, generalisasi, prinsip, rencana dan solusi. Menurut John Dewey 1996 dalam Rusman 2011 bahwa isi kurikulum lebih dari sekedar informasi yang dipelajari ketika dua kondisi muncul. Pertama, isi harus memiliki hubungan dengan pertanyaan yang menjadi perhatian siswa, kedua isi harus secara langsung masuk ke dalam tingkah laku 31 sebagai upaya meningkatkan makna dan kedalaman arti. Beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam memilih isi kurikulum yaitu isi kurikulum harus sesuai dan tepat serta bermakna bagi perkembangan siswa atau sejalan dengan tahap perkembangan anak didik. Isi dari kurikulum yang hendak diterapkan juga harus dapat menjawab tujuan yang komperhensif. Artinya, mengandung aspek intelektual, moral, sosial secara seimbang. Isi kurikulum juga harus mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji, artinya tidak cepat lapuk hanya karena perubahan tuntutan hidup sehari- hari. Mengandung bahan pelajaran yang jelas menyangkut dengan, teori, prinsip, konsep yang tepat bukan hanya sekedar informasi. Yang terpenting adalah isi kurikulum harus menunjang tercapainya tujuan pendidikan Rany 2011. Dalam manajemen kurikulum terdapat prinsip- prinsip dalam proses pelaksanaannya. Seperti yang dikemukakan oleh Rusman 2011, bahwa prinsip- prinsip manajemen kurikulum meliputi  Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai 32 dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen kurikulum;  Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berdasarkan demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum;  Kooperatif, untuk memporoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerja sama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat;  Efektivitas dan efisiensi rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum sehingga kegiatan manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga, dan waktu yang relatif singkat;  Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi dan tujuan kurikulum. Melalui penjelasan tentang isi kurukulum penulis simpulkan bahwa, isi kurikulum merupakan hal yang mendasar dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan. Isi kurikulum memiliki sifat yang kompleks. Benar- benar memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak dan materi yang diberikan benar-benar ilmiah, mengandung bahan pelajaran yang jelas menyangkut teori, konsep yang tepat dan dapat dipertangung jawab. Dalam penerapannya juga mempertimbangkan banyak aspek sehingga nantinya anak tidak mengalami 33 kesulitan dalam memahami bahan yang disajikan oleh guru. B. Konsep Community Dalam Pendidikan Berbasis

jelaskan secara singkat ruang lingkup dari internet