Perkataan al-Nazafah (النظافة) dari segi asalnya bermaksud penyucian. (Lihat Lisan al-Arab, 8/608). Perkataan lain yang merujuk kepada kebersihan dalam bahasa Arab ialah al-Taharah (الطهارة) yang membawa maksud bersih, bebas dan suci daripada najis (najis hissi seperti air kencing dan ma’nawi seperti keaiban Hai kawan-kawan semua.Tim Animasi Nurul Iman kembali meluncurkan video terbarunya. Pada kesempatan kali ini ada animasi yang memberikan pesan kepada masyarak Hari ini, saya sangat berterima kasih kepada wali kelas saya yang telah memberi saya kesempatan besar untuk membawakan pidato tentang kebersihan dalam acara ini. Sebelum saya memulai pidato ini, izinkan saya mengingatkan beberapa slogan umum tentang kebersihan, antara lain; Kebersihan adalah pangkal kesehatan; Kebersihan adalah sebagian dari iman annadhofatuminal iman.. kebersihan adalah sebagian dari iman.. Kultum sendiri merupakan kependekan dari kuliah 7 menit. Baca Juga: Kultum Tentang Birrul Walidain Singkat, Padat dan Bermakna, Ajarkan Tentang 4 Cara Berbakti Kepada Orang Tua. Arti kuliah 7 menit ialah kegiatan untuk menyampaikan sesuatu di depan khayalak, biasanya berkenaan dengan nasihat agama Islam yang durasinya tak lebih dari tujuh menit. WiErJC. Kebersihan sebagian dari iman, hadits ini adalah hadits yang sudah sangat familiar dan beredar luas di tengah masyarakat kita, tapi apakah benar itu sebuah hadits?, berikut kami uraikan secara lengkap berdasarkan ulama ahli hadits tentang kedudukannya. Daftar IsiKebersihan Sebagian Dari ImanHadits Kebersihan Sebagian Dari Iman Adalah PalsuPenjelasan Ulama Tentang Palsunya Hadits IniKesimpulan Hadits yang di maksud berbunyi اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ Bacaan Latin “annazofatu syathrun minal iman” Artinya “Kebersihan sebagian dari iman” . Sebelum melanjutkan, kita harus tahu dahulu hukum jika kita berdusta atas Nama Nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam, seperti misalkan kita mengatakan bahwa Nabi bersabda “mandi wajiblah kalian dengan sabun lifebuoy”, tentu tidak ada hadits yang berbunyi seperti itu. Contoh di atas adalah berdusta atas nama Rasul, dan hukumnya adalah dosa besar, berdasarkan hadits riwayat Bukhari berikut ini. من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار Artinya “Siapa yang berdusta secara sengaja atas namaku, maka hendaklah ia mengambil tempat di neraka. [HR. Bukhari 107]. Walaupun perkataan yang di sandarkan kepada Nabi adalah perkataan yang benar berdasarkan maknanya, tetap saja hal ini adalah hal yang haram dan pelakunya akan mendapatkan tempat di neraka. Hadits Kebersihan Sebagian Dari Iman Adalah Palsu Ya, anda tidak salah baca, hadits yang sudah sangat populer di masyarakat kita tersebut ternyata adalah hadits palsu, dan kita jika telah mengetahuinya, maka di larang untuk mengatakan bahwa ini adalah sebuah hadits. Walaupun secara makna hadits ini selaras dengan ajaran syariat islam yang menjunjung tinggi kebersihan, tetap saja yang namanya hadits palsu tetap palsu. Dari mana kita tahu kalau hadits tentang kebersihan ini palsu? Penjelasan Ulama Tentang Palsunya Hadits Ini Tentu sandaran kita adalah para Ulama ahli hadits yang meneliti setiap sanad, rawi dan matan dari suatu hadits, Ulama yang mengatakan palsunya hadits ini adalah syaikh Abdul Karim al-Khudeir hafizhahullahu Ta’ala dan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah juga Syaikh Sulaiman bin Nashir Al Ulwan. Abdul Karim al-Khudeir hafizhahullahu Ta’ala berkata dalam Syarah al-Manzhumah al-Baiquniyyah 2/15, ينتشر على ألسنة الناس “النظافة من الإيمان” ويجزمون بهذا، نقول هذا ليس له إسناد أصلاً، لا يروى بإسناد عن النبي -عليه الصلاة والسلام Artinya “Telah tersebar ucapan pada lisan-lisan kebanyakan manusia ungkapan “An-Nazhofatu minal Iman”, dan mereka menetapkan/meyakini ucapan tesebut, maka kami katakan bahwa ucapan tersebut tidaklah memiliki sanad asal-usul sama sekali, sehingga tidak boleh disandarkan kepada Nabi sallalahu alaihiwassalam”. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah dalam websitenya juga mengatakan ورد عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال “النظافة من الإيمان” لكنه حديث ضعيف, ومعناه صحيح “Telah datang dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda Kebersihan bagian dari Iman, akan tetapi haditsnya lemah, walaupun maknanya benar”. Syaikh Sulaiman bin Nashir Al Ulwan dalam website yang merupakan kumpulan fawaid beliau yang telah ditranskrip, Beliau mengatakan حديث النظافة من الإيمان لا أصل له ، باطل موضوع ، لكن معناه صحيح Artinya “Hadits “kebersihan bagian dari iman” tidak ada asalnya, batil dan palsu, tapi maknanya benar”. Kesimpulan Hadits annazofatu syathrun minal iman yang artinya kebersihan sebagian dari iman adalah hadits palsu yang jika kita cari di dalam kitab hadits terkenal, maka kita tidak akan menjumpai redaksi kalimat tersebut. Memang benar makna dari ungkapan ini adalah selaras dengan ajaran islam, tapi tetap saja, kita di larang menisbatkan perkataan ini kepada Nabi Muhammad sallalahu alaihi wassalam. Jika kita ingin menggunakan dalil tentang kebersihan dalam islam, maka kita bisa menggunakan dalil lain yang sanad dan matannya sahih, seperti hadits ImamMuslim yang berbunyi الطهور شطر الإيمان Artinya “Kesucian atau bersuci adalah setengah atau sebagian dari Iman” [HR. Muslim]. Dan masih banyak lagi hadits tentang kebersihan yang sahih dan kita bisa menyandarkan nya kepada Baginda Nabi Sallalahu alaihi wassalam. Demikian bahasan tentang kebersihan sebagian dari iman, semoga bermanfaat, wallahu a’lam. Ilustrasi kebersihan. Foto UnsplashKebersihan sebagian dari iman. Kalimat itu seringkali ditemukan dalam berbagai kesempatan. Misalnya dalam buku, majalah, papan pengumuman, poster iklan layanan masyarakat, dan yang disampaikan melalui kalimat tersebut seringkali dikaitkan dengan kebersihan lingkungan. Namun, agama Islam memaknainya lebih dari itu. Lantas, apa arti kebersihan sebagian dari iman menurut syariat Islam?Arti Kebersihan Sebagian dari ImanSesuai dengan ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan. Itu karena kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Allah berfirman“Di dalamnya masjid ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” QS. At-Taubah 108Masalah kebersihan ini juga diuraikan dalam banyak riwayat hadits, di antaranyaعَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْArtinya “Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” HR. TirmiziRasulullah juga bersabda,الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِArtinya “Bersuci thaharah itu adalah setengah dari iman.” HR. MuslimBerdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa kebersihan menjadi salah satu aspek penting dalam agama Islam. Tak heran jika kita diwajibkan membersihkan atau menyucikan diri terlebih dahulu sebelum mengerjakan suatu ibadah, seperti berwudhu sebelum sholat, mandi wajib, dan wudhu. Foto UnsplashNamun, mengutip buku Rahasia Bersuci oleh Al-Ghazali 2016, kebersihan dalam Islam bukan hanya diartikan secara harfiah saja. Perkara terpenting dalam agama ini adalah menyucikan membersihkan diri dari najis maupun hadas dengan menyiramkan air, pada saat yang bersamaan kita juga membersihkan hati dan menjaga kesucian batin dengan meluruhkan hal-hal keji dan kotor yang tertanam di dasarnya, bersuci thaharah memiliki empat tingkatan, yaituMenyucikan jasmani dari segala hadas, noda, dan anggota badan dari perbuatan jahat dan kalbu dari sifat-sifat tercela dan kehinaan yang dibenci Allah sirr rahasia hati dari segala sesuatu selain Allah. Tingkatan ini merupakan kesucian yang dimiliki para nabi dan sebab itu, kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Menjaga kebersihan berarti memperkuat iman kita kepada Allah SWT dengan menyucikan diri dari segala perbuatan yang dibenci Allah SWT. Kebersihan sebagian dari iman. Begitulah ajaran Islam. Berikut ini khutbah jumat tentang ciri orang beriman. Salah satunya adalah gemar لله طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ وَنَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ وَكَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَجَوَّادٌ يُحِبُّ الجُودَ. أَشْهَدُاَنْ لاَاِلٰهَ اِلاَّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِه وَصَحْبِهِ وسَلِّم. ﴿أَمَّا بَعْدُ﴾ فَيَا عِبَادَ اللهِ. إِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وقَالَ اللهُ تَعَالى فِي كِتَابِه الْعَظِيْمِ. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَKaum muslimin rahimakumullah;Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT bahwa dengan hidayah-Nya kita menjadi muslim. Penganut agama Islam dan pengikut Nabi Muhammad SAW. Sebagai muslim yang baik, kita harus berperilaku dan menjalani hidup secara Islami, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial, baik dalam hidup perorangan maupun dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan satu ciri seorang muslim yang baik ialah hidup bersih dan memelihara kebersihan. Agama Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan, bahkan bersih atau suci dijadikan sebagai syarat sahnya ibadah. Misalnya wudhu merupakan syarat sahnya ibadah shalat, malahan wudhu itu sendiri termasuk ibadah. Begitu pentingnya kebersihan, sehingga bersuci atau membersihkan/ melakukan kebersihan merupakan salah satu ajaran pokok dalam agama Islam. Di dalam kitab-kitab fiqih masalah bersuci atau kebersihan termasuk Bab muslimin yang berbahagia;Agama Islam sangat mementingkan kebersihan, sehingga orang yang membersihkan diri atau mengusahakan kebersihan tergolong orang yang dicintaioleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nyaاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang membersihkan diri”. Al-Baqarah [2] 222.Ajaran kebersihan dalam agama Islam berpangkal tolak dari pada iman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Suci. Oleh karena itu setiap mu’min harus berupaya menjadikan dirinya suci/bersih supaya berpeluang mendekat dan akrab kepada Allah Tuhan Yang Maha Suci itu. Hal ini dapat dipahami dari beberapa hadits sebagai berikutالطُّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْمَانِ،“Rasul bersabda Kebersihan itu adalah sebagian dari iman”. Hadits riwayat Muslim, Ahmad dan Tirmidzi.عن أبي هريرة الإِيمانُ بضْعٌ وسَبْعُونَ، أوْ بضْعٌ وسِتُّونَ، شُعْبَةً، فأفْضَلُها قَوْلُ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وأَدْناها إماطَةُ الأذَى عَنِ الطَّرِيقِ،.“Dari Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda Iman itu terdiri dari 79 atau 69 cabang. Iman yang paling utama adalah ucapan “laailaaha illallah”, dan iman yang paling rendah adalah membuang kotoran dari jalan raya”. Hadits riwayat Muslim.Hadits-hadits tersebut memberi petunjuk bahwa kebersihan itu bersumber dari iman dan merupakan bagian dari iman. Oleh karena itu setiap mukmin dituntut untuk menjaga kebersihan. Dan sebagai tolok ukur dari seorang mukmin yang baik ialah bersih dan cinta kebersihan, yang berarti setiap mukmin akan berusaha keras untuk memelihara kebersihan, baik kebersihan jasmani, rohani maupun kebersihan pakaian, tempat dan lain SWT yang kita imani dan kita sembah bersifat Maha Bersih dan mencintai kebersihan. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Baik yang mencintai kebaikan, Maha Bersih yang mencintai kebersihan, Maha Mulia yang mencintai kemuliaan, Maha Pemurah yang mencintai kemurahan. 0leh karena itu bersihkanlah halaman dan pekarangan rumahmu “. Hadits riwayat at-Tirmidzi.Sifat-sifat Allah tersebut harus menjadi motivasi yang mendorong, menjiwai dan menyemangati perilaku dan perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita menjadi orang yang baik, bersih dan mulia. Dengan demikian maka kita akan dicintai dan diridhoi oleh Allah muslimin rahimakumullah;Ajaran kebersihan dalam Islam harus dijadikan pola hidup praktis, agar kita hidup bersih sepanjang masa. Ajaran Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kebersihan di berbagai aspek kehidupan. Di antaranya ialahKebersihan Umat Islam harus berupaya memelihara kebersihan rohaninya dari sifat-sifat buruk dan tercela sehingga bersifat luhur dan mulia. Allah berfirmanوَاَقِمۡنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيۡنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعۡنَ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ ؕ اِنَّمَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ لِيُذۡهِبَ عَنۡكُمُ الرِّجۡسَ اَهۡلَ الۡبَيۡتِ وَيُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِيۡرًا “dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.Al-Ahzab [33] 33.Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya”Jika sekiranya di depan pintu rumah seseorang di antara kamu mengalir sungai yang bening dan orang itu mandi di sungai itu lima kali sehari, apakah masih ada daki kotoran yang melekat di badannya?”. Sahabat menjawab”Tentu tidak ada lagi daki di badannya”. Nabi lalu bersabda “Demikianlah tamsil shalat lima waktu yang dengan itu Allah menghapuskan segala dosa”. Hadits riwayat Bukhari Muslim,Tirmidzi dan Nasai.Kebersihan Umat Islam harus berupaya memelihara kebersihan badannya dari berbagai najis dan kotoran agar badannya bersih dari bibit penyakit dan kuman yang mengganggu kesehatannya. Allah berfirmanقَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ تَزَكّٰىۙ“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri dengan beriman”. Al`Alaa [87] 14.Kebersihan tempat. Umat Islam harus berupaya memelihara kebersihan di mana ia bertempat tinggal di mana ia berkerja dan terutama tempat ibadah. Allah berfirmanلَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ“…sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa masjid Quba, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang–orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”. At-Taubah [9] 108.Nabi Muhammad SAW bersabda أَصْلِحُوا رِحَالَكُمْ، وأَصْلِحُوا لِبَاسَكُمْ حتى تَكُونُوا كَأَنَّكُم شَامَةٌ في الناسِ“Perbaiki rumah-rumah tempat kediamanmu dan pakaianpakaiamu sehingga kamu menjadi seumpama tahi lalat di muka di antara manusia”. Hadits riwayat Al Hakim.Kebersihan Kebersihan pakaian dipandang amat penting oleh agama Islam, mengingat pakaian melekat pada badan yang tentunya berkaitan dengan kebersihan Umat Islam harus memelihara kebersihan dan keindahan pakaiannya lebih-lebih pada waktu mengerjakan ibadah. Allah berfirmanيَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِر وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah”. Al Muddatsir [74] 1-5Nabi Bersabdaإنَّ اللهَ جميلٌ يحبُّ الجَمالَ“Dari Ibnu Mas’ud Sesungguhnya Allah itu Indah, menyukai keindahan”. Hadits riwayat Muslim dan Tirmidzi.Kebersihan makanan, islam juga sangat menaruh perhatian terhadap kebersihan makanan dan minuman, karena kedua hal itu sangat erat kaitannya dengan kesehatan, Allah berfirmanيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”. Al Baqarah [2] 172Kebersihan lingkungan, kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Karena itu, Umat islam harus memelihara kebersihan lingkungan dan tidak boleh mengotorinya karena membahayakan terhadap orang lain, Nabi bersabdaاتقوا اللَّعَّانَيْن» قالوا وما اللَّعَّانَانِ يا رسول الله؟ قال الذي يَتَخَلَّى في طريق الناس، أو في ظِلِّهم». “Takutlah akan dua hal yang mendatangkan laknat. Para sahabat bertanya”Apakah dua hal yang mendatangkan laknat itu, wahai Rasulullah? Nabi Bersabda “Ialah buang hajat/kotoran di jalan tempat lewat manusia atau di tempat manusia berteduh”. Hadits riwayat Ahmad Muslim dan Abu Daud.لاَ ضَرَرَ وَلا ضِرارَ“Rasul bersabda “Janganlah kamu melakukan kemudharatan terhadap dirimu dan orang lain”. Hadits riwayat Ahmad dan lbnu Majah.Kebersihan dalam rumah Ajaran kebersihan dalam Islam juga menyangkut kebersihan rumah tangga baik tempat tinggal dan perangkat alat rumah tangga maupun soal hubungan anggota keluanga khususnya hubungan suami isteri. Allah berfirman“Tempatkanlah mereka isteri di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka”. At Thalaaq [65] 6.Kebersihan Kebersihan juga menyangkut kebersihan harta, karena dalam harta itu terdapat hakAllah dan hak orang lain. Cara membersihkan harta dengan mengeluarkan zakat harta, zakat fitrah, infaq dan shadaqah. Allah berfirman“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka, sesungguhnya do’a kamu itu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “. At Taubah [9] 103.Kaum muslimin rahimakumullah,Demikianlah pokok-pokok ajaran Islam yang berkaitan dengan kebersihan. Semuanya harus kita hayati dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai menifestasi dari iman. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai muslim yang bersih lahir batin sehingga kita sehat sejahtera di dunia dan bahagia di اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ“Dan katakanlah, bekerjalah kamu semua maka Allah akan melihat hasil-hasil amalmu, dan Rasul-Nya serta orang-orang berimanpun akan melihat pekerjaannmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Maka akan diberitahukan kepadamu seberapa nilai apa yang kamu kerjakan”. At Taubah [9] 105.Khutbah Jumat keduaاَلْحَمْدُ ِللهِ الْعَزِيْزِ الْغَفُوْرِ، اَلَّذِيْ جَعَلَ فِي اْلإِسْلاَمِ الْحَنِيْفِ الْهُدَي وَالنُّوْرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمَرْسَلِيْنَ وَعَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُفَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ Baca juga teks khutbah Jumat yang lain di Khutbah Jumat Air, Kebersihan, Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan menurut Agama Islam, terbitan MUI. Home Ibadah ''Kebersihan Sebagian dari Iman'' Hadits Dhaif, Tapi Maknanya Baik Selasa, 26 Zulqaidah 1444 H / 3 Juli 2018 0500 wib views Oleh Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Kebersihan dalam Islam memiliki kedudukan penting. Kitab-kitab fiqih ibadah dalam Islam diawali dengan bahasan thaharah yang mengandung makna kesucian dan kebersihan. Kebersihan merupakan asas terwujudnya kesehatan; salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia, sebagaimana hadits shahih, نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ "Ada dua nikmat yang manusia sering dilalaikan rugi di dalamnya yaitu sehat dan waktu luang kesempatan." HR. Al-Bukhari dan Ahmad Saking pentingnya kebersihan, agama ini memposisikannya separuh dari iman. Artinya, tuntutan iman adalah menjaga kebersihan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ “Bersuci itu separoh keimanan.” HR. Muslim Maksudnya, puncak pahalanya dilipatgandakan sampai setengah pahala iman. Ada yang mengatakan, maknanya iman menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, begitu juga wudhu’. Sebabnya, karena wudhu’ tidak sah tanpa iman. Karena harus dengan iman inilah disebut sebagai separoh darinya. Dan masih ada beberapa pendapat lain mengenai hadits ini. Menguatkan makna ini, banyak orang berdalil dengan hadits yang masyhur, اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ “Kebersihan sebagian dari iman.” HR. Al-Tirmidzi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz rahimahullah mengimentari hadits ini, لكنه حديث ضعيف، ومعناه صحيح، معناه جاء في أحاديث أخرى، هذا الحديث رواه الترمذي بسندٍ ضعيف، النظافة من الإيمان، ولكن ليس سنده صحيحاً، ولكن في المعنى جاء عن النبي -صلى الله عليه وسلم- أن من شعب الإيمان إماطة الأذى عن الطريق “Tetapi ia adalah hadits dhaif. Maknanya shahih benar. Maknanya ada di hadits-hadits lain. Hadits ini diriwayatkan al-Tirmidzi dengan sanad dhaif. Kebersihan sebagian dari iman tetapi sanadnya tidak shahih. Tetapi dari sisi makna ada hadits dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa di antara cabang Iman adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa beliau melihat pahala umatnya –saat ditampakkan kepadanya- adalah seseorang yang menyingkirkan kotoran dari masjid. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda, إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” Dari sini, Allah syariatkan mandi janabat, mandi saat pergi ke shalat Jum’at, dan memandikan mayit. Dalam syariat ini terdapat nilai kebersihan. Syaikh Bin Bazz rahimahullah menjelaskan makna lain dari al-Tathhir bersuci, maksud dalil syar’i menunjukkan perintah menjaga kebersihan dari kotoran. Bahwa seorang mukmin tidak meninggalkan kotoran pada pakaian dan badannya. Tetapi hendaknya ia menghilangkan kotoran itu. Begitu juga saat ia di jalan, ia menyingkirkan gangguan yang membahayakan dari jalan agar kaum muslimin tidak celaka dengan sebab itu. Wallahu a’lam. [PurWD/ Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk. Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni'matahụ 'alaikum la'allakum tasykurụn Artinya, Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air kakus atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik bersih; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. Di dalam agama islam, terdapat dua jenis kebersihan. Yaitu kebersihan batin dan lahiriah. Kebersihan batin adalah pemurnian batin yang akan kita dapatkan dengan mengimani 5 rukun islam. Cara lain yang juga bisa kita lakukan adalah dengan menghindari dosa, perbanyak dzikir, dan hati yang bersih. Hati yang bersih adalah hati yang terhindar dari amarah dan dendam yang berlebihan, iri hati dan dengki, serta menyembah atau mengandalkan sesuatu dan seseorang selain Allah Subhanahu wa ta’ala. Kebersihan lahiriah adalah pemurnian tubuh yang bisa kita lakukan dengan cara wudhu, mandi, membersihkan gigi, menggunakan wewangian, menjaga kebersihan pakaian, dan menjaga kebersihan tempat tinggal, serta lingkungan sekitar. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “kunci shalat adalah kebersihan, permulaannya adalah takbir dan akhirnya adalah salam,” [Abu Daud].

kultum kebersihan sebagian dari iman